Dia menjelaskan, besaran keuntungan buat Bulog telah dibahas bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hasilnya, disepakati Bulog mendapat untung 7%.
“Dihitung-hitung antara Menteri Keuangan, dari BPKP, ketemu angka 10% (yang) diminta, tapi disetujuinya 7% nanti ngambil fee. Itu untuk, utamanya untuk menjamin agar harga beras satu harga di seluruh Indonesia,” tuturnya.
Bulog juga akan disiapkan untuk menyerap hasil panen raya yang diperkirakan mulai Februari 2026, bulan depan.
Produksi Beras Naik
Zulkifli Hasan menyebut, majunya masa panen raya sejalan dengan proyeksi peningkatan produksi beras nasional.
“Untuk memperkuat lagi Bulog, dan Pak Mentan ini tahun ini lebih cepat lagi panen raya-nya. Kalau dulu Maret, ini Februari udah panen raya. Februari, Maret, April terus panen raya,” kata dia.
Pemerintah juga menetapkan besaran cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikuasai Bulog mencapai 4 juta ton tahun ini. Menyusul ada prediksi peningkatan produksi tadi.
“Dan di perikiran produksinya lebih tinggi dari pertama tahun 2026, sekitar 5-10% lebih tinggi lagi. Oleh karena itu, stok kita naikin jadi 4 juta. Selalu angkanya 4 juta, dan ini tidak setiap tahun, tapi sampai 2029,” jelasnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316515/original/042841400_1755239943-75f7e08d-f76d-4ddf-8e0a-bbb7c662c9e9.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)