Berantas Judi Online, Lapas Banyuwangi Sidak Ponsel Seluruh Pegawai

Berantas Judi Online, Lapas Banyuwangi Sidak Ponsel Seluruh Pegawai

Banyuwangi (beritajatim.com) – Komitmen pemberantasan judi online (judol) terus diperkuat di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi. Sebagai langkah antisipasi, seluruh ponsel milik pegawai diperiksa secara mendadak untuk memastikan tidak ada keterlibatan petugas dalam praktik judi online, Senin (5/1/2025).

Pengecekan ponsel dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya, tepat setelah pelaksanaan apel pagi pegawai. Satu per satu petugas diminta menunjukkan perangkat komunikasinya untuk diperiksa secara teliti oleh tim internal Lapas.

Aksi inspeksi mendadak (sidak) tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa. Bersama jajaran struktural, Kalapas menyisir riwayat aplikasi, peramban internet, hingga jejak transaksi keuangan yang terdapat di ponsel para pegawai.

Wayan menyampaikan bahwa langkah tegas ini diambil sebagai respons atas maraknya praktik judi online di tengah masyarakat. Selain itu, ia menegaskan bahwa pemberantasan judi online merupakan salah satu program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami ingin memastikan bahwa Lapas Banyuwangi bersih dari praktik judi online. Ini bukan sekadar imbauan, tapi tindakan nyata untuk menjaga integritas institusi,” ujar Wayan.

Menurutnya, keterlibatan pegawai dalam judi online berpotensi menimbulkan dampak serius, tidak hanya bagi individu yang bersangkutan, tetapi juga terhadap kinerja dan keamanan lembaga pemasyarakatan.

“Judol memiliki dampak negatif di berbagai segi kehidupan. Jika ekonomi terganggu akibat judi, maka fokus dalam bekerja pasti akan hilang, dan itu sangat berbahaya bagi keamanan serta layanan di dalam Lapas,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wayan juga memberikan peringatan keras kepada seluruh jajarannya. Ia menegaskan bahwa haram hukumnya bagi seluruh pegawai Lapas Banyuwangi maupun anggota keluarganya untuk terlibat dalam aktivitas judi online dalam bentuk apa pun.

Langkah pengawasan internal ini diharapkan dapat menjadi pengingat sekaligus benteng bagi seluruh petugas Lapas Banyuwangi agar tetap menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, serta menjauhi segala bentuk aktivitas ilegal yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi. [alr/beq]