Babinsa Turun Langsung Cek Peternak Sapi Potong, Ada Apa?

Babinsa Turun Langsung Cek Peternak Sapi Potong, Ada Apa?

Gresik (beritajatim.com) – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Balongpanggang TNI AD melakukan inspeksi langsung ke peternakan sapi potong di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, pada Rabu (7/1/2026).

Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan kesehatan hewan ternak warga sekaligus memberikan edukasi mengenai pengelolaan limbah kotoran sapi menjadi pupuk kompos guna mendukung program ketahanan pangan nasional.

Dalam kegiatan pembinaan teritorial tersebut, Serka Purwanto menyambangi kandang-kandang milik warga untuk berdialog mengenai teknik perawatan, ketersediaan pakan, hingga pemantauan gejala penyakit. Fokus utama pengecekan ini adalah meminimalkan risiko kerugian peternak akibat kondisi sanitasi yang buruk.

Serka Purwanto secara konsisten mengingatkan para peternak mengenai pentingnya menjaga higienitas lingkungan kandang. Menurutnya, kebersihan merupakan kunci utama untuk mencegah munculnya penyakit menular yang dapat menghambat produktivitas sapi potong di wilayah tersebut.

“Kami ingin memastikan sapi-sapi milik warga dalam kondisi sehat sehingga dapat mendukung perekonomian masyarakat dan ketahanan pangan,” ujar Serka Purwanto di sela-sela kegiatannya memantau ternak warga.

Kehadiran aparat kewilayahan ini mendapat respons positif dari komunitas peternak lokal. Selain memberikan rasa aman, edukasi mengenai pengolahan limbah ternak dinilai menjadi nilai tambah yang signifikan bagi efisiensi usaha tani dan ternak warga Desa Kedungpring.

Bakri, salah satu peternak sapi potong setempat, mengaku sangat terbantu dengan arahan teknis yang diberikan. Ia kini termotivasi untuk mengolah kotoran sapi yang selama ini dianggap limbah menjadi pupuk kompos berkualitas untuk kebutuhan tanaman pangan lainnya.

“Kami mengapresiasi perhatian serta arahan yang diberikan oleh Babinsa. Dirinya mengaku termotivasi untuk terus mengembangkan usahanya dengan menerapkan pengelolaan limbah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat,” ungkap Bakri.

Pemanfaatan pupuk organik hasil olahan sendiri ini nantinya akan digunakan warga untuk menunjang pertanian sayuran dan padi. Hal ini menciptakan siklus pertanian terpadu yang lebih ekonomis bagi masyarakat perdesaan di Kabupaten Gresik.

“Babinsa yang bertugas di tempat kami tidak hanya memberi arahan bagaimana beternak yang benar tapi juga diberi pengetahuan bagaimana memanfaatkan kotoran sapi dibuat sebagai pupuk kompos,” tambah Bakri. [dny/ian]