Andik Sudjarwo Jabat Pj Sekda Bojonegoro, Pelantikan Digelar Sederhana dan Lesehan

Andik Sudjarwo Jabat Pj Sekda Bojonegoro, Pelantikan Digelar Sederhana dan Lesehan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Andik Sudjarwo resmi menjabat sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro mulai Senin, 20 Mei 2025. Uniknya, prosesi pelantikan yang digelar di Rumah Dinas Bupati Bojonegoro berlangsung secara sederhana dan lesehan, jauh dari kesan formal.

Pelantikan dilangsungkan usai acara rutin Ngobrol Bareng Pak Bupati (NGOPI), yang dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan para camat.

Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro, Hari Kristianto mengatakan, pelantikan lesehan ini adalah bentuk pendekatan baru dalam birokrasi. “Konsep pelantikan lesehan ini memang bagian dari semangat untuk membangun kebersamaan, agar seluruh jajaran bisa lebih dekat dan menyatu dengan visi Bupati,” jelas Hari.

Andik Sudjarwo menggantikan Djoko Lukito yang telah mengakhiri masa jabatannya sebagai Pj Sekda sejak 9 Oktober 2024. Sesuai aturan, masa jabatan seorang Pj Sekda maksimal tiga bulan sejak tanggal pelantikan, sambil menunggu penunjukan Sekda definitif atau perpanjangan masa tugas.

Sebelum menjabat Pj Sekda, Andik adalah Sekretaris Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro. Ia dikenal sebagai ASN berpengalaman yang memiliki kapasitas dalam penguatan tata kelola pemerintahan.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menaruh harapan besar kepada Pj Sekda baru untuk memperkuat profesionalisme dan kerja sama antar-OPD. “Berdasarkan rekam jejak, beliau memiliki pengalaman panjang. Harapan kami, tugas dan tanggung jawab ini bisa dijalankan dengan baik dan profesional,” ujar Wahono.

Ia menekankan pentingnya komunikasi dan sinergi sebagai pondasi utama pembangunan. “Visi dan misi kita tidak akan tercapai tanpa sinergi. Kita tidak akan pernah bisa membangun rumah yang kokoh tanpa fondasi komunikasi yang solid antar banyak pihak yang terkait,” tegasnya.

Wakil Bupati Nurul Azizah menambahkan bahwa posisi Sekda memiliki peran penting dalam menyinkronkan komunikasi lintas OPD dan menerjemahkan visi kepala daerah ke dalam program yang nyata. “Waktu lima tahun itu sangat pendek sekali. Sekda harus mampu menerjemahkan target ‘Bojonegoro Luwih Apik’ dan menjadikannya langkah-langkah konkret yang bisa dieksekusi oleh seluruh pihak,” ujar Nurul, yang sebelumnya juga menjabat Sekda Bojonegoro.

Nurul juga berharap Pj Sekda dapat menjadi penggerak sinergi dan memastikan pembinaan aparatur, termasuk tenaga honorer dan CPNS, berjalan sesuai arah kebijakan pemerintah daerah. [lus/beq]