Alumni FEB UB Terpilih Jadi Perangkat Desa Kedanyang Gresik

Alumni FEB UB Terpilih Jadi Perangkat Desa Kedanyang Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu harus diraih di kota besar atau perusahaan multinasional. Ananda Putri Febriati (23), salah satu alumni FEB UB, justru memilih jalan pengabdian dengan menjadi perangkat Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Putri, sapaan akrabnya, resmi dilantik sebagai Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum Desa Kedanyang. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat desa, dengan memanfaatkan ilmu ekonomi yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Dengan latar belakang akademik tersebut, anak ketiga dari empat bersaudara ini dinilai mampu menghadirkan inovasi serta pemikiran strategis dalam tata kelola pemerintahan desa.

“Desa memiliki peran penting dalam pembangunan nasional. Dengan ilmu yang saya miliki, saya ingin ikut berkontribusi langsung dari tingkat paling dasar,” ujar Putri, Selasa (30/12/2025).

Ia menegaskan kesiapannya menjalankan amanah yang diemban. Menurutnya, pilihan menjadi perangkat desa juga sejalan dengan nilai Tridharma perguruan tinggi, yakni mengabdikan ilmu pengetahuan untuk kemajuan masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gresik, Abu Hasan, menyampaikan bahwa jabatan perangkat desa kini semakin diminati generasi muda.

“Saat ini perangkat desa banyak didominasi anak-anak muda. Ini menunjukkan mereka ingin mengaplikasikan ilmunya untuk kemajuan desa,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kedanyang, Mustofa, menjelaskan bahwa proses pemilihan perangkat desa dilakukan melalui Panitia Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) secara transparan dan sesuai prosedur.

“Seluruh calon merupakan lulusan perguruan tinggi ternama. Salah satunya Putri yang baru saja dilantik oleh Dinas PMD Gresik,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses seleksi yang ketat dan terbuka tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa perangkat desa merupakan hasil titipan.

“Semua dilakukan sesuai prosedur. Saya berharap apa yang kami lakukan di Desa Kedanyang bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Gresik,” pungkasnya. [dny/but]