Jakarta –
Presiden Prabowo Subianto bakal mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur hari ini. Kunjungan ini bakal menjadi yang pertama kalinya bagi Prabowo setelah dirinya menjadi presiden.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Prasetyo bilang Prabowo memiliki beberapa agenda hari ini di Kalimantan Timur, mulai dari meresmikan Proyek Kilang RDMP Balikpapan hingga dilanjutkan untuk kunjungan ke IKN.
“Selanjutnya dari Balikpapan akan nengok IKN,” kata Prasetyo singkat ketika dikonfirmasi soal kunjungan Prabowo ke IKN di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Prabowo terakhir melakukan kunjungan ke IKN saat dirinya masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Kala itu Agustus 2024 usai dirinya terpilih jadi presiden namun baru akan dilantik dua bulan setelahnya.
IKN diproyeksikan jadi ibu kota politik bagi Indonesia pada 2028. Artinya, semua kelengkapan pemerintah, mulai dari unsur eksekutif, legislatif, dan yudikatif dapat terbangun di IKN. Sejauh ini baru kelengkapan eksekutif seperti istana dan perkantoran kementerian saja yang sudah dibangun di ibu kota baru.
Badan Otorita IKN telah melakukan tanda tangan kontrak hasil lelang pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif pada akhir Oktober hingga November 2025.
Kompleks perkantoran legislatif akan dibangun di lahan seluas 42 hektare (ha) dengan anggaran Rp 8,5 triliun untuk periode pembangunan 2025-2027. Pembangunan tersebut mencakup Gedung Sidang Paripurna, Plaza Demokrasi, Serambi Musyawarah, Museum, dan gedung kerja lainnya.
Sementara kompleks yudikatif akan memiliki luas 15 ha dengan anggaran Rp 3,1 triliun. Di sana, akan dibangun gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Yudisial (KY), dan Mahkamah Agung (MA). Secara keseluruhan, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan kedua kawasan ini mencapai Rp 11,6 triliun dan kebutuhan lahan 57 ha.
Tonton juga video “Gibran Jamin Pembangunan IKN Nggak Akan Berhenti”
(hal/ara)
