AI Anthropic Siap Galang Dana Rp168 Triliun, Valuasi Meroket Dua Kali Lipat

AI Anthropic Siap Galang Dana Rp168 Triliun, Valuasi Meroket Dua Kali Lipat

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan startup kecerdasan artifisial (AI) Anthropic dilaporkan tengah bersiap untuk mengumpulkan pendanaan senilai US$10 miliar atau sekitar Rp168 triliun.

Hal tersebut akan membuat valuasi Anthropic diproyeksikan akan menembus angka US$350 miliar atau Rp5.880 triliun dalam beberapa pekan mendatang.

Melansir dari Reuters Kamis (08/01/2026), putaran pendanaan raksasa ini akan dipimpin oleh Coatue Management dan dana kekayaan negara Singapura, GIC.

Kesepakatan ini diperkirakan rampung dalam waktu dekat, meskipun nilai total dan persyaratan akhir masih dapat berubah sebelum penutupan.

Kenaikkan valuasi ini mencerminkan pertumbuhan eksponensial nilai perusahaan dalam waktu singkat. Tercatat, Anthropic baru saja menutup putaran pendanaan Seri F senilai Rp218,4 triliun pada September lalu dengan valuasi Rp3.074,4 triliun

Dengan target valuasi baru ini, nilai perusahaan naik hampir dua kali lipat hanya dalam kurun waktu satu kuartal. Tren positif ini melanjutkan momentum pada Maret lalu, di mana perusahaan juga berhasil mengamankan Rp58,8 triliun dengan valuasi saat itu sebesar Rp1.033 triliun

Sebagai informasi, pendanaan tunai ini terpisah dari komitmen investasi senilai Rp252 triliun yang baru-baru ini dijanjikan oleh Nvidia dan Microsoft.

Kesepakatan dengan dua raksasa teknologi tersebut bersifat “sirkular”, di mana dana digunakan untuk membeli kapasitas komputasi senilai Rp504 triliun dari Microsoft Azure yang menggunakan cip Nvidia.

Pemisahan jalur pendanaan ini menegaskan strategi Anthropic dalam mengamankan likuiditas tunai sekaligus infrastruktur teknis. Hal ini dilakukan guna memenangkan persaingan pasar yang makin ketat, terutama melawan OpenAI.

Di sisi operasional, suntikan modal ini hadir seiring dengan meningkatnya adopsi produk Anthropic di kalangan pengembang perangkat lunak. Perusahaan terus mendorong penetrasi pasar melalui “Claude Code”, alat otomatisasi pengkodean yang ditenagai oleh model terbaru mereka, Claude Opus 4.5.

Pertumbuhan pendapatan perusahaan juga menunjukkan tren yang bagus. Laporan Reuters pada Oktober lalu menyebutkan bahwa Anthropic menargetkan pelipatgandaan tingkat pendapatan tahunan pada tahun ini, didorong oleh permintaan dari sektor korporasi (enterprise).

Sementara itu, spekulasi mengenai rencana Initial Public Offering (IPO) Anthropic masih menjadi sorotan pelaku pasar. Laporan Financial Times menyebutkan bahwa perusahaan telah menunjuk firma hukum Wilson Sonsini untuk mempersiapkan IPO yang mungkin terealisasi paling cepat pada 2026.

Meski demikian, juru bicara Anthropic menyatakan bahwa perusahaan belum mengambil keputusan final terkait waktu pelaksanaan IPO. Hal ini berbeda dengan beberapa spekulasi pasar yang menyebut potensi IPO bisa terjadi tahun ini bersamaan dengan OpenAI.

OpenAI juga dilaporkan sedang dalam pembicaraan untuk menggalang dana hingga Rp1.680 triliun. Langkah tersebut berpotensi menempatkan valuasi pembuat ChatGPT tersebut pada angka fantastis, yakni hingga Rp13.944 triliun. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)