Bisnis.com, JAKARTA — Usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia kini memiliki kesempatan untuk bersaing setara dengan perusahaan besar berkat hadirnya teknologi Agentic AI. Dengan kemampuan mengambil keputusan dan bekerja sama dengan manusia, kecerdasan buatan ini dapat meningkatkan produktivitas tanpa menambah beban karyawan.
President Director Salesforce Indonesia, Andreas Diantoro, menekankan bahwa teknologi ini semakin penting karena ekspektasi pelanggan terus meningkat, menuntut UKM untuk lebih responsif dan efisien.
“82% eksekutif di Indonesia mengatakan bahwa Agentic AI adalah hal yang harus mereka adopsi jika ingin tetap kompetitif,” kata Andreas, Rabu (3/12/2025).
Andreas menjelaskan, Agentic AI berbeda dari AI biasa karena standard operating procedure-nya bisa mengambil keputusan, dan menghasilkan tindakan konkret, termasuk eskalasi ke manusia bila diperlukan. Dengan kemampuan ini, AI berkolaborasi dengan manusia untuk meningkatkan produktivitas, bukan menggantikan peran manusia.
“Agentic AI bekerja setiap saat, tanpa terganggu hari libur atau tanggal merah. Teknologi ini membantu UKM memanfaatkan AI pintar untuk bekerja sama dengan manusia, sehingga mereka dapat bersaing di pasar nasional,” jelas Andreas.
Sebagai contoh penerapan Agentic AI, Andreas menyinggung platform Agentforce 360, yang sebelumnya diluncurkan di Amerika Serikat pada Oktober 2025. Platform ini mencerminkan era baru “Agentic Enterprise”, di mana AI menjadi kunci untuk memaksimalkan produktivitas dan kinerja, termasuk di usaha kecil dan menengah di seluruh Indonesia.
“Agentic AI tidak memerlukan banyak karyawan. Dengan teknologi ini, perusahaan kecil bisa bersaing dan mencapai hasil yang sebanding dengan perusahaan besar. Ini merupakan bentuk pemberdayaan UKM,” ujar Andreas.
Selain mendukung UKM, penggunaan AI diproyeksikan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Andreas menyebut, nilai tambah pasar AI di Indonesia bisa mencapai US$366 miliar dalam 5 tahun ke depan, memberikan dorongan signifikan terhadap PDB nasional.
Untuk mempermudah akses, teknologi ini tersedia dalam bahasa Indonesia dan tengah dikembangkan agar dapat memahami bahasa daerah, termasuk bahasa Jawa. (Naufal Jauhar Nazhif)
