Rocky Gerung Kritik Menkeu Purbaya yang Gagal Capai Pertumbuhan Ekonomi 6%

Rocky Gerung Kritik Menkeu Purbaya yang Gagal Capai Pertumbuhan Ekonomi 6%

Bisnis.com, SURABAYA – Akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung mengkritik keras Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, yang dinilainya gagal untuk mencatatkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 6%.

Sebelumnya diberitakan, Menkeu Purbaya mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45% pada kuartal IV/2025. Dengan demikian, realisasi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 hanya di angka 5,12%.

Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini pun membeberkan bahwa laju Produk Domestik Bruto (PDB) menunjukkan tren fluktuasi sepanjang tahun.

Tercatat, ekonomi RI tumbuh 4,87% pada kuartal I/2025, kemudian berakselerasi menjadi 5,12% pada kuartal II/2025, sebelum akhirnya sedikit tertahan di level 5,04% pada kuartal III/2025.

Rocky menjelaskan, bila laju pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat tercapai di angka 6%, maka masalah kemiskinan dapat dengan mudah untuk dientaskan oleh pemerintah.

Namun, bila pertumbuhan ekonomi tidak menyentuh angka 6%, pemerintah akan secara terus-menerus fokus untuk mensubsidi program-program pemberantasan kemiskinan seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Makan Bergizi Gratis (MBG). 

“Untuk mengentaskan kemiskinan, ekonomi mesti tumbuh di atas 6%. Jadi selama ekonomi tidak tumbuh di situ, yang pasti subsidi buat makan siang (MBG), subsidi buat BLT, segala macam akan naik terus. Sekarang problemnya bagaimana menumbuhkan ekonomi 6% yang gagal dicapai oleh Purbaya. Nah, dia pura-pura banyak gaya,” kata Rocky dalam forum yang digelar di Balai Pemuda, Surabaya, Sabtu (17/1/2026).

Rocky pun menyatakan bahwa tanpa peran serta dari pemerintah sekalipun, angka pertumbuhan ekonomi secara otomatis dapat tercapai di angka 4%.

Hal tersebut menurutnya terjadi karena aktivitas ekonomi secara organik yang dilakukan oleh masyarakat setiap harinya.

“Kalau cuma 4%, enggak ada pemerintah pun ekonomi tumbuh 4%. Saya beli cendol tadi di Taman Harmoni, terjadi transaksi antara saya dan dia. Saya pulang, pesan ojol terjadi transaksi antar saya dengan driver ojol. Ekonomi bisa tumbuh, tapi maksimal 4%. Ini kan bukan yang disebut pertumbuhan yang didesain oleh APBN,” bebernya.

Lebih lanjut, mantan dosen Fakultas Filsafat Universitas Indonesia ini juga menyatakan bahwa pemerintah hanya berperan dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi sebesar 1%. Menurut Rocky, pertumbuhan ekonomi sekalipun dapat dicapai tanpa campur tangan pemerintah.

“Jadi, tanpa intervensi pun (perekonomian) bisa tumbuh. Jadi, kalau (ekonomi) tumbuhnya cuma 5% itu, peran pemerintah cuma 1% buat naikin itu. Otonomi masyarakat bisa menumbuhkan itu,” kata dia.

Selanjutnya, Rocky juga memberikan kritikan kepada program-program dengan anggaran jumbo yang dikhawatirkan dapat mengakibatkan ekonomi Indonesia jatuh collapse.

Menurutnya, penyediaan lapangan kerja seharusnya dapat dijadikan sebagai prioritas utama dalam menjaga kondisi perekonomian negara.

“Kalau pemerintah masih berupaya untuk memamerkan program-program yang quote and quote sosialistis tanpa menghitung konsekuensinya, sudah pasti ambruk. Jadi hitungan-hitungan itu tentu anak-anak ekonomi pernah belajar dan tahu bahwa soal yang paling utama adalah siapkan lapangan kerja, itu soalnya,” pungkasnya.