Masih Muda Pasti Aman dari Penyakit Jantung? Simak Fakta di Balik Mitos Berbahaya Ini

Masih Muda Pasti Aman dari Penyakit Jantung? Simak Fakta di Balik Mitos Berbahaya Ini

Jakarta

Banyak yang menyangka penyakit jantung hanya masalah bagi mereka yang sudah lanjut usia. Padahal, kenyataannya jantung tidak peduli seberapa muda usia seseorang.

Belakangan, semakin banyak pasien di usia 20-an dan 30-an yang masuk ruang gawat darurat karena serangan jantung. Para ahli kardiologi menekankan bahwa banyak nyawa melayang bukan karena tidak ada gejala, tetapi karena pasien percaya pada mitos-mitos yang keliru.

Berikut beberapa mitos kesehatan jantung yang perlu diketahui:

1. ‘Masih Muda, Mana Mungkin Kena Jantung’

Dikutip dari Times of India, ini adalah pola pikir paling berbahaya. Di era modern, gaya hidup sedentari (kurang gerak), stres kerja yang tinggi, hingga konsumsi makanan cepat saji membuat risiko jantung bergeser ke usia produktif.

Spesialis jantung, Dr Bipin Kumar Dubey, menyebut banyak anak muda terkejut saat didiagnosis karena merasa usia mereka semacam ‘perisai’ dari penyakit.

2. ‘Serangan Jantung Harus Alami Sakit Dada Parah’

Jangan bayangkan kondisi serangan jantung selalu seperti di film-film, ketika orang memegang dada lalu pingsan. Gejala serangan jantung bisa muncul sangat halus, seperti:

Kelelahan ekstrem yang tidak biasa.Sesak napas saat beraktivitas ringan.Nyeri di area rahang, punggung, atau lengan.Pusing dan mual (sering dikira maag atau masuk angin).

3. ‘Badan yang Kurus, Pasti Jantungnya Aman’

Tubuh yang kurus bukan menjadi jaminan arteri di dalam tubuhnya bersih dari plak. Kadar kolesterol jahat, gula darah, dan tekanan darah tinggi bisa menyerang siapa saja tanpa melihat berat badan.

4. ‘Kadar Kolesterol yang Normal Pasti Bebas dari Risiko’

Kolesterol hanya satu dari sekian banyak faktor. Jika kolesterol seseorang normal tapi merokok, sering begadang, stres berat, atau memiliki riwayat keluarga, risiko serangan jantung tetap mengintai.

5. ‘Sudah Keturunan, Mau Gimana Lagi?’

Genetik memang menjadi salah satu faktor risiko serangan jantung. Tetapi, bukan berarti bisa menyerah pada nasib.

Dengan gaya hidup sehat, pemeriksaan rutin, dan pola makan yang dijaga, seseorang dengan riwayat keluarga jantung tetap bisa mencegah atau menunda munculnya penyakit tersebut.

6. ‘Wanita Lebih Aman dari Penyakit Jantung’

Mitos ini sering membuat wanita mengabaikan risiko penyakit jantung. Faktanya, penyakit jantung adalah salah satu penyebab utama kematian pada wanita.

Gejala pada wanita bahkan cenderung lebih sulit dideteksi karena sering kali tidak disertai nyeri dada yang khas.

7. ‘Olahraga Bisa Menetralisir Efek Makan Sembarangan’

Beberapa orang mungkin berpikir kalau sudah rutin berolahraga, jadi boleh makan sepuasnya. Hati-hati, itu bisa jadi jebakan.

Ahli menjelaskan olahraga tidak bisa sepenuhnya menghapus dampak buruk dari asupan garam berlebih, gula, dan lemak jenuh yang merusak dinding pembuluh darah.

Halaman 2 dari 2

(sao/kna)