Jakarta –
Ancaman hipotermia kerap dianggap hanya dialami para pendaki gunung. Padahal kondisi medis darurat akibat penurunan suhu tubuh secara drastis ini dapat menyerang siapa saja.
Dokter emergency dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia, dr Wisnu Pramudito D Pusponegoro, SpB, mengatakan hipotermia juga bisa terjadi bahkan di perkotaan dan saat berkegiatan di tengah musim hujan.
“Misalkan ya, kita tahu bahwa IGD kita di rumah sakit itu sebagian besar sudah menggunakan pendingin ruangan. Nah, ini yang menyebabkan pasiennya kedinginan,” tutur dr Wisnu pada detikcom, Sabtu (17/1/2026).
“Tadi, misalkan pasien datang dengan kondisi dia kekurangan cairan atau pasiennya trauma, dalam kondisi perdarahan yang membuatnya shock, sehingga suhu tubuhnya sendiri sudah turun. Sehingga suhu tubuhnya sendiri turun, dirawat di ruang AC, maka suhu tubuhnya akan lebih turun lagi,” tambahnya.
Melihat fenomena ini, dr Wisnu menekankan perlunya kemampuan Advanced Trauma Life Support (ATSL). Salah satu yang harus dipastikan kepada korban adalah pasien yang harus dilindungi dari hipotermia.
Pada pasien yang mengalami perdarahan, harus segera diganti pakaiannya yang basah akibat darah atau muntahan. Diganti dengan baju yang kering dan pentingnya penghangat cairan.
Menurut dr Wismu, pasien yang mengalami shock karena perdarahan, kerap diberikan cairan yang tidak dihangatkan. Akibatnya, saat cairan dimasukkan ke dalam tubuh dalam jumlah banyak dengan cairan dingin, otomatis suhu tubuh akan turun yang menyebabkan pasien mengalami hipotermia.
Dalam kondisi emergency, ada tiga hal yang menyebabkan pasien kita tidak survive, maka emergensi ada tiga hal yang menyebabkan pasien tidak berhasil selamat. Urutannya mulai dari hipotermi, kemudian asidosis, dan ketiga koagulapati, di mana faktor pembeku darahnya hilang.
“Nah, tiga hal iniyang kita sebut sebagai lingkaran setan. Ini yang seringkali dilupakan teman-teman medis. Jadi, sebenarnya mereka harus menyiapkan cairan hangat pada saat kita melakukan resusitasi terhadap pasien,” pungkasnya.
(sao/kna)
