Surabaya (beritajatim.com) – Laju pertumbuhan penduduk Jawa Timur (Jatim) tercatat sudah di bawah 1 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional. Namun, capaian itu belum sepenuhnya merata karena pertumbuhan penduduk antar kabupaten dan kota masih timpang.
Hal itu disampaikan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji saat menerima Senator DPD RI asal Jatim Lia Istifhama di Jakarta, Kamis (15/1/2026). Pertemuan itu membahas dinamika kependudukan Jatim yang melambat secara provinsi, tetapi belum seimbang di tingkat daerah.
Menurut Wihaji, angka pertumbuhan di bawah 1 persen menunjukkan pengendalian penduduk Jatim berjalan efektif secara makro. Namun, capaian itu menyimpan persoalan baru ketika dilihat lebih rinci di tingkat kabupaten dan kota.
“Secara provinsi, Jawa Timur sudah melambat. Tapi kalau dibedah per kabupaten, pertumbuhannya tidak sama. Ada yang sudah sangat rendah, ada yang masih tinggi,” ujar Wihaji dikutip Jumat (16/1/2026).
Ia menegaskan, ketimpangan laju pertumbuhan penduduk berimplikasi langsung pada perencanaan pembangunan, pelayanan publik, dan distribusi sumber daya.
Wilayah dengan pertumbuhan tinggi berpotensi menghadapi tekanan layanan dasar, sementara daerah dengan pertumbuhan sangat rendah berisiko kehilangan tenaga produktif.
Wihaji menyebut tantangan ke depan bukan sekadar menekan angka pertumbuhan, tapi memastikan pemerataan demografi antardaerah. Kebijakan kependudukan, kata dia, harus disusun berbasis data dan disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing.
Senator Lia Istifhama menilai isu kependudukan tidak bisa dilepaskan dari kualitas keluarga dan sumber daya manusia. Menurutnya, pengendalian jumlah penduduk harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Pengendalian penduduk harus dibarengi dengan penguatan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, agar bonus demografi benar-benar memberi manfaat,” kata Lia.
Ia menambahkan, sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk mengelola ketimpangan pertumbuhan penduduk di Jatim yang memiliki karakter wilayah sangat beragam. [ipl/kun]
