Terancam Terputus, Jalan Longsor Wagir Lor–Wates Jadi Perhatian DPRD Provinsi Jatim

Terancam Terputus, Jalan Longsor Wagir Lor–Wates Jadi Perhatian DPRD  Provinsi Jatim

Ponorogo (beritajatim.com) – Nyaris putusnya akses jalan penghubung dua kecamatan di Kabupaten Ponorogo menjadi perhatian dari DPRD Provinsi Jawa Timur. Ruas jalan penghubung Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, dengan Desa Wates, Kecamatan Jenangan, mengalami longsor yang kini hanya menyisakan tanah yang kurang dari 1 meter.

Melalui rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, sejumlah skema penanganan dirumuskan guna mengakhiri persoalan infrastruktur yang sudah berlangsung bertahun-tahun tersebut. Jalur tersebut, dinilai bukan sekadar akses lokal, melainkan jalur vital mobilitas warga lintas kecamatan di lereng Gunung Wilis tersebut.

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Miseri Efendy, mengungkapkan bahwa perbaikan jalan tersebut sejatinya telah masuk perencanaan sejak 2025 lalu. Saat itu, pembiayaan disiapkan melalui dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan nilai anggaran mencapai Rp 2,7 miliar.Namun rencana tersebut belum bisa direalisasikan.

“Tahun ini sudah diajukan lagi BPBD Ponorogo, ini akan segera kami tanyakan ke BNPB bisa tidak disegerakan,” kata Miseri, Kamis (15/1/2026).

Miseri menegaskan, DPRD Provinsi Jawa Timur tidak akan berhenti pada tataran administrasi. Bersama Pemkab Ponorogo, pihaknya berencana mendatangi langsung BNPB. Hal itu dilakukan untuk memastikan kesiapan anggaran sekaligus kepastian waktu pelaksanaan proyek. Perbaikan diharapkan dapat dilakukan sebelum pertengahan tahun, mengingat kondisi lapangan yang kian mengkhawatirkan.

“Bila tidak bisa disegerakan nanti kami akan berkunjung dan ketemu ke bu Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jatim) untuk meminta anggaran BTT untuk perbaikan,” tegasnya.

Langkah tersebut ditempuh lantaran karakteristik titik longsor yang berada di lereng bukit, dengan risiko pergerakan tanah yang terus berlanjut. Kondisi itu membuat penanganan tidak bisa dilakukan secara tambal sulam. “Ya proyeknya nanti itu jembatan permanen,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, menyebut kerusakan jalan di Desa Wagir Lor telah berlangsung hampir empat tahun terakhir. Selama itu pula, pemerintah daerah terus berupaya mengajukan bantuan perbaikan ke berbagai tingkatan pemerintahan.

“Kami akan berkoodinasi antar stakeholder tingkat pusat dan Provinsi, sehingga kebutuhan anggaran ini bisa segera ditangani,” pungkasnya. [end/suf]