Bos Danantara Buka Suara soal Rencana Prabowo Bikin BUMN Tekstil

Bos Danantara Buka Suara soal Rencana Prabowo Bikin BUMN Tekstil

Bisnis.com, JAKARTA — CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengaku masih menimbang-nimbang opsi untuk mewujudkan permintaan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun BUMN Tekstil. 

Untuk diketahui, permintaan Prabowo itu sebelumnya disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di IBC Business Outlook 2026, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Danantara disebut akan menyiapkan dana senilai US$6 miliar. 

“Kami masih lihat opsi-opsinya,” kata Rosan kepada wartawan saat ditemui usai konferensi pers Capaian Realisasi Investasi Triwulan IV 2025, Kamis (15/1/2026).

Rosan menjelaskan, pihaknya akan mendasarkan keputusan investasi dari studi kelayakan (feasibility study) maupun penilaian (assessment) dari segala macam sektor.

Danantara, lanjutnya, juga memiliki berbagai parameter yang harus dipenuhi sebelum memutuskan investasi. Salah satunya yakni apabila suau proyek atau program bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

Dalam hal tekstil, Rosan tidak menutup kemungkinan bagi sovereign wealth fund (SWF) baru Indonesia itu untuk berinvestasi pada proyek atau program yang tidak memiliki return (imbal hasil) sesuai dengan parameter yang ditentukan.

“Ya mungkin tekstil kan salah satu yang dari segi penciptaan lapangan pekerjaan itu sangat besar. Jadi kami melihat potensi-potensi yang ada saja gitu ya. Apalagi kalau itu sudah termasuk dalam distressed asset, selama kami yakin bahwa nanti kami bisa turn around perusahaan itu melakukan restrukturisasi secara maksimal,” jelas pria yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi itu.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk membentuk BUMN baru yang didedikasikan khusus untuk sektor tekstil. Langkah strategis ini akan didukung oleh pendanaan jumbo senilai US$6 miliar yang dikelola oleh Danantara.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan rencana tersebut usai menggelar rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/1/2026).

Pembentukan entitas pelat merah baru ini bertujuan untuk memperkuat struktur industri tekstil nasional yang tengah menghadapi tekanan tarif global dan persaingan ketat.

“Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali, sehingga pendanaan US$6 miliar nanti akan disiapkan oleh Danantara,” ujar Airlangga usai hadiri IBC Business Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Mantan Menteri Perindustrian itu menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menghidupkan kembali entitas BUMN tekstil lama yang sudah mati, melainkan membentuk perusahaan baru.

Dana sebesar US$6 miliar tersebut nantinya akan dikelola oleh Danantara dalam bentuk fund untuk memberikan insentif dan pembiayaan bagi sektor tersebut.