Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI Sugiono membeberkan geliat diversifikasi mitra kerja sama luar negeri Indonesia di bidang ekonomi, mulai dari terlibat di blok ekonomi BRICS hingga bekerja sama dengan negara di Afrika.
Dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 pada Rabu (14/1/2026), Sugiono menjelaskan bahwa sepanjang 2025 Indonesia telah menyepakati tiga perjanjian kerjasama ekonomi yakni dengan Kanada, Peru, dan The Eurasian Economic Union.
Sugiono mengatakan Indonesia juga akan menyelesaikan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Uni Eropa, preferential trade agreement dengan Mauritius, dan memastikan implementasi upgrade ASEAN-China Free Trade Agreement 3.0, serta Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement.
“Kemudian mendorong kerja sama perdagangan dengan mitra baru di Afrika seperti Rwanda. Diversifikasi mitra dilakukan dengan kesadaran mengurangi risiko gejolak yang dihadapi mitra tradisional. Seperti yang kita lakukan di BRICS,” ujar Sugiono PPTM 2026 pada Rabu (14/1/2026).
Sebagaimana diketahui, Indonesia telah resmi masuk BRICS pada 6 Januari 2025. Terpisah, Sugiono mengatakan bergabungnya Indonesia sebagai anggota penuh blok ekonomi BRICS merupakan wujud politik bebas aktif.
Sugiono mengatakan bergabungnya Indonesia ke dalam blok ekonomi ini diputuskan oleh para anggota dalam kurun waktu tiga bulan sejak pemerintah menyatakan keinginan bergabung dalam KTT BRICS+ pada 24 Oktober 2024.
”Di sini kita melihat bahwa Indonesia dipandang sebagai negara yang penting untuk bisa segera bergabung,” jelas Sugiono.
Dia mengatakan, awalnya banyak pihak yang mempertanyakan mengenai keputusan Indonesia masuk sebagai anggota BRICS dan dianggap sebagai sesuatu yang melenceng dari prinsip politik luar negeri kita yang bebas aktif.
Namun justru sebaliknya, dirinya menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia di BRICS adalah merupakan wujud dari politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Hal ini karena keputusan merupakan buah dari kiprah konsistensi dan keteguhan diplomasi Indonesia selama puluhan tahun.
“Sebagai anggota BRICS, Indonesia akan memastikan untuk menjembatani kepentingan negara-negara berkembang dan kawasan Indo-Pasifik, dan akan terus aktif mencegah meruncingnya persaingan geoekonomi dan geopolitik,” tegasnya.
