Sugiono Sebut 3 Wamen Masih Kurang, Mau Minta Tambah ke Prabowo

Sugiono Sebut 3 Wamen Masih Kurang, Mau Minta Tambah ke Prabowo

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengakui keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di Kementerian Luar Negeri di tengah semakin kompleksnya agenda diplomasi Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Sugiono dalam agenda Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Sugiono menyampaikan apresiasi kepada jajaran wakil menteri luar negeri yang selama ini mengawal berbagai isu strategis Indonesia di tingkat global. Secara khusus, dia menyoroti peran Wakil Menteri Luar Negeri Anies Mata dalam diplomasi Indonesia dengan negara-negara dunia Islam.

“Oleh karena itu, saya juga mengucapkan terima kasih kepada Wakil Menteri saya, Bapak Anies Mata yang secara khusus mengawal diplomasi Indonesia dengan dunia Islam,” ujar Sugiono.

Dia menyebut saat ini Kemlu memiliki tiga wakil menteri (wamen) yang masing-masing memegang tanggung jawab besar dan tersebar di berbagai forum internasional.

Kondisi tersebut, menurutnya, membuat koordinasi tatap muka menjadi momen yang jarang terjadi.

“Terus terang saja, momen-momen seperti ini kita baru bisa ketemu. Masing-masing beliau ada di mana-mana dengan urusan dan tanggung jawabnya masing-masing,” katanya.

Sugiono bahkan secara terbuka mengakui bahwa jumlah pimpinan saat ini masih belum ideal untuk menjawab tantangan diplomasi global yang semakin padat dan dinamis.

“Dan sejujurnya saya merasa masih kurang tiga ini [wamenlu]. Saya nggak tahu apakah kalau saya minta nambah diizinkan oleh Pak Presiden,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, Sugiono menegaskan Kementerian Luar Negeri tetap mendorong langkah-langkah kebijakan yang lebih terstruktur dan berorientasi hasil. Salah satunya melalui penyusunan peta jalan kerja sama Indonesia dengan dunia Islam.

Menurut Sugiono, diplomasi Indonesia di dunia Islam tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi diterjemahkan dalam langkah-langkah konkret yang selaras dengan kepentingan nasional dan visi pembangunan jangka panjang pemerintah.

“Karena itu, Kementerian Luar Negeri, dengan langkah-langkah dan upaya-upaya yang dilakukan oleh Bapak Wakil Menteri Luar Negeri Anies Mata, menyusun peta jalan kerja sama dengan dunia Islam yang merupakan contoh rangka kebijakan yang lebih terstruktur, berjangka panjang, dan berorientasi hasil,” tandas Sugiono.