Menkes Turunkan Total 4.700 Relawan Nakes ke Wilayah Bencana Aceh-Sumatera

Menkes Turunkan Total 4.700 Relawan Nakes ke Wilayah Bencana Aceh-Sumatera

Jakarta

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan total sudah ada 4.700 relawan tenaga kesehatan yang diterjunkan untuk membantu penanganan pasca bencana di Sumatera. Relawan ini datang dari Kemenkes, perguruan tinggi, hingga organisasi profesi.

Para relawan diprioritaskan untuk layanan kesehatan di desa terisolasi dan pos-pos pengungsian.

“Dan ini macam-macam, bukan hanya dari Kemenkes saja. Kemenkes sendiri mungkin sudah hampir 700 dari 4.700 ini. Tapi mulai dari perguruan tinggi, organisasi profesi, organisasi sosial, beberapa organisasi internasional, yaitu lembaga-lembaga pemerintahan, itu semuanya rumah sakit-rumah sakit, itu juga mengirimkan tenaga-tenaga relawan,” kata Menkes dalam konferensi pers, Senin (12/1/2026).

“Pos-pos pengungsiannya seribuan, data terakhir saya lihat, kalau desa terisolasi terakhir saya lihat seratusan, mungkin sekarang sudah turun,” sambungnya.

Menkes menjelaskan Aceh menjadi wilayah yang paling terdampak bencana. Banyak rumah tenaga kesehatan yang rusak parah, atau bahkan hilang disapu banjir.

Akibat kondisi tenaga kesehatan setempat yang tidak baik, relawan tenaga kesehatan dikirim dalam jumlah besar.

“Itu kan mereka rotasi sekitar dua minggu sekali, setiap minggu itu mungkin ada sekitar 700-800 sampai seribu lah mungkin yang ada di sana, ya. Dan itu kan mesti berputar terus,” kata Menkes mengungkapkan banyak nakes yang terdampak bencana juga menjadi korban bencana.

Heboh Relawan Berangkat Lewat Malaysia

Menkes mengklarifikasi ucapannya saat menyebut harga tiket ke Aceh sangat mahal, sehingga harus terbang ke Malaysia terlebih dahulu. Ia menegaskan kondisi tersebut hanya terjadi pada momen liburan Natal dan Tahun Baru.

Pada saat itu, tiket ekonomi domestik ludes terjual sehingga relawan hanya kebagian kelas bisnis. Tentunya, harga untuk satu kursi kelas bisnis bisa dua kali lipat daripada harga tiket kelas ekonomi.

“Pemerintah juga memberi diskon liburan pada tiket, sehingga pada masuk ke sana semua, sehingga nggak kebagian para relawan-relawan, hanya tiket-tiket business class yang mahal,” katanya.

“Nah, pas deket-deket akhir tahun khususnya ke Medan, karena masuknya tuh kalau untuk misalnya Bener Meriah, Langkat, lalu Tamiang, Aceh Tengah itu masuknya dari Medan lebih dekat lebih mudah, daripada masuknya dari Banda Aceh,” tandasnya.

Halaman 2 dari 2

(avk/kna)