Bisnis.com, Jakarta – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) memperkirakan terjadi lonjakan trafik menjelang sahur dan peningkatan transaksi selama Ramadan tahun ini.
Para pelaku bisnis disarankan memperkuat strategi pemasaran digital-first menjelang momentum Ramadan 2026 guna mengoptimalkan pendapatan berdasarkan whitepaper “DigiAds Ramadan Insight 2026” yang dirilis Rabu (14/1/2026).
VP Digital Advertising, Wholesale, and Interconnect Telkomsel Arief Pradetya mengatakan pemahaman terhadap perilaku konsumen digital ini menjadi aset krusial bagi pelaku industri. Dia menilai, kekuatan sebuah kampanye digital terdapat di seberapa relevan pesan tersebut bagi audiens.
“Dengan analisis mendalam berbasis data survei dan insight dari basis pelanggan terbesar, kami ingin membantu pelaku industri memaksimalkan peluang,” kata Arief.
Dalam laporan terbarunya, Telkomsel menyoroti urgensi pemanfaatan “micro-moments” atau momen spesifik yang menjadi puncak trafik digital.
Salah satu temuan kunci adalah kenaikan aktivitas digital lebih dari 87% pada waktu Sahur (pukul 03.00–05.00), momen yang seringkali belum dimaksimalkan oleh pemilik merek.
Adapun, bulan Ramadan terbukti menjadi katalis konsumsi masyarakat Indonesia.
Data menunjukkan lebih dari 54% konsumen meningkatkan belanja mereka selama periode ini, dengan rata-rata pengeluaran berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp7 juta. Hal ini biasanya didominasi oleh pembelian bahan masakan dan makanan siap saji.
Meskipun tren digital menguat dengan 64% konsumen memilih belanja online, sebanyak 36% sisanya masih memilih transaksi offline. Fakta ini mendorong kebutuhan strategi omni-channel yang mengintegrasikan berbagai kanal, mulai dari solusi DigiAds, programmatic ads, hingga kemitraan strategis dengan Meta untuk penargetan lintas platform.
Di sisi lain, efektivitas strategi berbasis data ini tercermin dari kinerja kampanye tahun sebelumnya. Kampanye e-commerce mencatatkan Click-Through Rate (CTR) di atas 2,50%, sedangkan sektor layanan keuangan mencapai CTR 1,33%, dengan 98% brand berhasil mencapai indikator kinerja utama mereka. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)
