Viral ‘Broken Strings’ Aurelie Moeremans, Begini Efek Grooming pada Korban

Viral ‘Broken Strings’ Aurelie Moeremans, Begini Efek Grooming pada Korban

Jakarta

Keberanian aktris Aurelie Moeremans menceritakan pengalaman pahitnya melalui buku Broken Strings viral di media sosial. Kisah tersebut turut membuka kembali pembahasan tentang bahaya child grooming.

Pernah menjadi korban pada usia 15 tahun, Aurelie menggambarkan bagaimana pelaku dapat masuk ke kehidupan seorang anak dengan cara yang halus, perlahan, dan manipulatif.

Child grooming merupakan salah satu bentuk manipulasi psikologis yang berbahaya. Pelaku secara sistematis membangun kepercayaan serta ikatan emosional dengan anak dengan tujuan melakukan eksploitasi.

Di luar kasus tersebut, psikolog klinis Arnold Lukito membeberkan dampak psikologis yang bisa dialami korban grooming, salah satunya ketergantungan emosional yang tak sehat, seolah korban membutuhkan pelaku untuk merasa aman atau diterima.

“Nah, di grooming ini kan tadi ada kontrol, ada manipulasi. Artinya si anak ini, ya. Artinya kan dia juga, dalam tanda putih, sebenarnya dikontrol dan dimanipulasi. Nah, itu kan akhirnya membuat juga banyak hal seperti, dia mungkin jadi punya ketergantungan emosional yang tidak sehat, gitu kan,” ucapnya, dikutip dari 20detik, Selasa (13/1/2026).

Tak hanya itu, lanjut Arnold, grooming juga bisa memengaruhi terhadap bagaimana korban mengidentifikasi dirinya.

“Dalam artian, oh ternyata saya itu bisa punya hubungan seperti ini dengan orang yang jauh lebih tua,” ucapnya.

Dampak lain yang tak kalah berat adalah munculnya rasa bersalah dan rasa malu. Secara psikologis, dua emosi ini tergolong sangat kuat dan sering meninggalkan luka jangka panjang. Hal ini tentu bisa berdampak buruk pada korban.

Halaman 2 dari 2

(suc/kna)