Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan teknologi Google dilaporkan telah menyajikan informasi kesehatan yang menyesatkan dalam fitur AI Overviews.
Laporan tersebut menemukan bahwa teknologi AI generatif milik Google memberikan ringkasan informasi medis yang tidak akurat pada topik kesehatan kritis.
Direktur Dukungan, Riset, dan Pengaruh di Pancreatic Cancer UK (PCUK) Anna Jewell mengatakan fitur AI tersebut memberikan instruksi yang berbahaya bagi pasien kanker pankreas. Diketahui, Google secara keliru menyarankan pasien untuk menghindari makanan tinggi lemak.
“Anjuran tersebut sepenuhnya salah dan dapat membahayakan peluang seseorang untuk cukup sehat dalam menjalani pengobatan,” kata Jewell dalam laporan The Guardian Selasa (13/1/2026).
Jewell menjelaskan bahwa tanpa asupan kalori yang cukup, pasien akan kesulitan menoleransi kemoterapi atau operasi penyelamatan nyawa. Hal ini menunjukkan risiko operasional AI dalam mengolah data medis yang sensitif.
Selain kanker, masalah serupa ditemukan pada pencarian terkait tes fungsi hati. Google AI menyajikan data yang membingungkan tanpa menyertakan konteks kewarganegaraan, jenis kelamin, etnis, maupun usia pasien.
Menurut beberapa sumber media asing, AI Overview Google untuk topik mengenai gejala kesehatan telah dihentikan.
Namun, berdasarkan pantauan Bisnis pada Senin (12/1/2026), ketika menuliskan “Apa rentang normal untuk tes darah hati?”, hasil pencarian masih tertuju pada ringkasan yang dihasilkan oleh AI.
Kepala Eksekutif British Liver Trust Pamela Healy mengatakan ringkasan tersebut sangat mengkhawatirkan karena penderita penyakit hati sering tidak menunjukkan gejala awal. Kesalahan interpretasi hasil tes dapat membuat pasien mengabaikan pertemuan medis lanjutan.
“Apa yang dinyatakan ‘normal’ oleh Google AI Overviews bisa sangat berbeda drastis dari apa yang sebenarnya dianggap normal secara medis,” ujar Healy.
Kritik tajam juga datang dari organisasi kesehatan mental Mind terkait saran berbahaya untuk kondisi psikosis dan gangguan makan. Kepala Informasi Mind Stephen Buckley mengatakan ringkasan AI seringkali merefleksikan bias dan stereotipe yang merugikan.
Menanggapi temuan tersebut, Juru Bicara Google mengatakan sebagian besar ringkasan AI tetap memberikan informasi faktual dan bermanfaat bagi pengguna. Pihak perusahaan mengeklaim terus melakukan peningkatan kualitas secara berkelanjutan pada sistem mereka.
“Kami berinvestasi secara signifikan dalam kualitas AI Overviews, terutama untuk topik seperti kesehatan,” kata juru bicara Google dikutip dari TechCrunch. Google menyatakan akan mengambil tindakan sesuai kebijakan jika ditemukan AI yang salah menafsirkan konten web. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)
