Cuitan Prabowo 2011 ke Pandji Bikin Publik Nostalgia: Kritik Membangun Bagus untuk Demokrasi Indonesia

Cuitan Prabowo 2011 ke Pandji Bikin Publik Nostalgia: Kritik Membangun Bagus untuk Demokrasi Indonesia

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ribut-ribut soal spesial show bertajuk ‘Mens Rea’ Pandji Pragiwaksono, jejak digital lama Presiden Republik Prabowo Subianto, kembali menjadi pembicaraan publik.

Kali ini, perhatian tertuju pada sebuah cuitan yang ditujukan kepada Pandji, saat Prabowo masih berada di luar pemerintahan.

Cuitan tersebut muncul pada November 2011, ketika Pandji Pragiwaksono mengunggah pernyataan bernada santai di akun X pribadinya.

Pandji kala itu menyebut Prabowo yang baru bergabung di Twitter dan menyinggung karyanya dalam album musik.

“So, Prabowo is on twitter now. Good, I’ll make sure he’ll know that he’s in my song on the 4th album. And it aint pretty,” ucap Pandji (22/11/2011).

Menariknya, Prabowo merespons langsung cuitan tersebut. Dalam balasannya, Prabowo justru menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik.

“Saya tunggu album baru saudara Pandji. Kritik yang membangun bagus untuk demokrasi Indonesia,” tulis Prabowo dalam cuitannya kala itu.

Respons tersebut sontak mendapat perhatian warganet. Cuitan Prabowo bahkan dibagikan ulang ribuan kali dan menuai berbagai komentar.

Sejumlah komentar warganet pun kembali bermunculan, membandingkan dinamika sikap politik sebelum dan sesudah Prabowo berada di lingkaran kekuasaan.

“Prabowo sebelum kenal Antek aseng,” ucap akun @mbeuuk di kolom komentar.

“Nov 2011. Ini sih zaman si macan masih waras. Setelah gabung dgn Genk Shollow.vAura macan langsung ambles. Yang muncul aura jongos. Seperti yang di ucap Pandji, berharap apalagi, Polisi membunuh, Tentara berpolitik, Presiden memaafkan koruptor, Wakil Presiden kita Gibran,” sambut Warganet lain @Muh_N_UD.