Jakarta –
Belakangan warganet ramai-ramai mengeluhkan gejala diduga ‘Super Flu’ lantaran tak kunjung sembuh. Keluhan ini ramai dibagikan di media sosial X.
Tak sedikit yang menyebut mengalami sakit tenggorokan, batuk-pilek, hingga sesak napas lebih dari seminggu.
“ini gue kena super flu apa gimana ya batuk pilek sesek napas udah seminggu kagak sembuh,” kata pengguna akun @dulunya****
“Ini gua ga kena super flu kan ya, sakit dari sebelum taun baru sampe sekarang ga sembuh,” ucap pengguna X lainnya @lab****
“Gw udh kena super flu cuy asli lama ini penyakit gak kek flu biasa emg. Pertama demam. Demam turun pala sakit (bkn pusing). Abis itu batuk. Dan sempet pilek sehari. Ini sudah jalan 6 hari sisa batuknya aja. Awalnya gw kena pas di toko buku & waktu itu telat mkn + capek. Jd imunnya drop,” tutur pengguna X lainnya @insane_b***
Sebagaimana diketahui, Super Flu’ adalah varian influenza A (H3N2) Subclade K yang sudah terdeteksi di RI. Menurut laporan Kementerian Kesehatan RI, hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Terlepas dari kehadiran influenza subclade K ini, penting untuk tetap menjaga memperkuat benteng pertahanan tubuh dari dalam. Berbicara dengan detikcom beberapa waktu lalu terkait musim flu dan bapil, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr Inggrid Tania mengatakan herbal bisa menjadi tameng alami tubuh agar lebih kuat menghadapi virus.
“Kalau dikonsumsi rutin, herbal bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah tertular. Tapi kalau sudah terkena influenza, bisa diminum tiga sampai empat kali sehari untuk membantu penyembuhan,” jelasnya.
Berikut beberapa resep ramuan herbal yang bisa dicoba.
1. Daun Saga dan Madu
Dalam videonya “Ramuan Pereda Batuk dan Pelega Pernapasan Berbasis Daun Saga dan Madu”, dr Inggrid menjelaskan bahwa daun saga merupakan tanaman lokal yang punya efek ekspektoran alami, membantu mengencerkan dahak dan meredakan batuk kering.
Madu ditambahkan karena sifatnya yang antibakteri dan menenangkan tenggorokan. Ramuan ini bisa diminum hangat dua kali sehari, terutama malam hari untuk membantu tidur lebih nyaman.
Cara minum:
Seduh 5-7 lembar daun saga kering dalam segelas air panas, tambahkan 1 sendok makan madu setelah agak hangat. Minum selagi hangat.
2. Habbatussauda, Minyak Zaitun, Propolis Trigona, dan Madu
Dalam video edukasinya, dr. Inggrid Tania menjelaskan racikan herbal sederhana yang bisa membantu menjaga daya tahan tubuh sekaligus mempercepat pemulihan dari flu, batuk, atau radang tenggorokan.
Kombinasi habbatussauda (jinten hitam), minyak zaitun, propolis trigona, dan madu murni bekerja sinergis karena masing-masing memiliki khasiat sebagai antiradang, antivirus, antioksidan, dan imunomodulator alami.
Cara minum:
Campurkan 1 sendok teh minyak habbatussauda + 1 sendok teh madu + 3-5 tetes propolis ke dalam air hangat. Aduk rata dan minum 1-2 kali sehari.
Untuk membantu pemulihan saat flu atau batuk, bisa diminum 3-4 kali sehari.
3. Air Rebusan Jahe dan Madu
Jahe (Zingiber officinale) mengandung senyawa aktif seperti gingerol, shogaol, dan komponennya telah dilaporkan memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan dalam banyak studi in vitro dan hewan. Beberapa literatur menyebut bahwa jahe juga memiliki aktivitas antimikroba dan antivirus dalam uji laboratorium, yang berpotensi membantu melawan patogen penyebab infeksi saluran napas atau tenggorokan.
Cara minum:
Parut sedikit jahe (sekitar 1 sdt parutan), campur dengan 1 sdm madu, konsumsi langsung atau larutkan dengan air hangat. Cara ini praktis untuk meredakan tenggorokan kering saat gejala mulai muncul. Bisa diminum pagi dan malam hari.
Bila ada GERD (asam lambung) atau sensitif lambung, konsumsi jahe dalam jumlah sedang.
Halaman 2 dari 3
(suc/suc)
