Jakarta –
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan bawang putih menjadi salah satu komoditas pangan yang ditargetkan swasembada. Hal ini berarti Indonesia bisa memenuhi kebutuhan bawang putih domestik secara mandiri tanpa harus bergantung impor.
“Kita kan Pak Presiden sudah menargetkan bahwa bawang putih juga salah satu komoditas yang memang ditarget untuk swasembada ke depan,” ujar Sudaryono saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026).
Saat ini, pihaknya telah berfokus pada fase pembibitan. Salah satu lokasi yang menjadi tempat pembibitan adalah Horti Center di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Menurut Sudaryono, hanya diperlukan lahan seluas 100 ribu hektar untuk menanam bawang putih.
“Nah, kebutuhannya sebetulnya nggak besar lah. Kebutuhannya menanam bawang putih di 100 ribu hektare. Nah ini tentu saja sekarang sudah dimulai dari untuk pembibitan karena memang untuk bisa swasembada itu kan orang harus menanam. Jadi intinya adalah pertama sekarang fasenya bagaimana kita sediakan bibit lebih banyak,” terang Sudaryono.
Surdaryono pun menekankan pesan Prabowo yang ingin mengulang kembali keberhasilan swasembada pada masa lalu. Tidak hanya beras, pemerintah juga menargetkan swasembada kedelai hingga susu.
Ia pun mengakui untuk mencapai hal tersebut membutuhkan proses. Namun dengan bekal pengalaman yang pernah dimiliki, Sudaryono optimistis swasembada bawang putih bisa tercapai. Kendati begitu, ia tidak menyebutkan kapan target swasembada bawang putih bisa tercapai.
“Secepatnya lah,” terang ia.
Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan Indonesia pernah mencapai swasembada untuk komoditas bawang putih pada 1995. Namun, produksi bawang putih terus menurun pada 2020.
“Indonesia pernah swasembada bawang putih pada 1995, namun sejak 2020 produksinya terus menurun. Inilah mengapa kita perlu memprioritaskan varietas unggul dan riset berbasis sains,” kata Luhut dalam unggahan di akun Instagram @luhut.pandjaitan, dikutip Senin (12/1/2026).
Berangkat dari situ, Luhut mengadakan rapat bersama dengan Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amarulla Octavian dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar serta kepala lembaga riset lain. Luhut menekankan DEN sepakat mendukung penguatan riset bibit bawang putih untuk mengurangi ketergantungan impor bibit, sekaligus meningkatkan kontribusi riset bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Tonton juga Video: Kunjungi Pasar Salakan, Jokowi Temui Harga Bawang Putih Mahal
(acd/acd)
