Bisnis.com, JAKARTA— Manajemen Microsoft membantah kabar yang menyebut perusahaan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 22.000 pegawai pada 2026.
Melansir Times of India pada Senin (12/1/2026), isu PHK mencuat setelah situs investasi TipRanks melaporkan bahwa Microsoft disebut akan melakukan pemangkasan karyawan pada Januari 2026. Dalam laporan tersebut, unit Azure Cloud, Xbox, dan tim penjualan global disebut berpotensi terdampak, dengan estimasi pengurangan tenaga kerja berkisar antara 11.000 hingga 22.000 orang.
Menanggapi kabar tersebut, Chief Communications Officer Microsoft Frank Shaw membantah spekulasi tersebut. Melalui akun media sosial X, Shaw menyatakan bahwa laporan tersebut tidak benar dan bersifat spekulatif.
“Sepenuhnya dibuat-buat/spekulatif/salah,” tulis Shaw.
Sebelumnya, media teknologi Windows Central juga melaporkan bahwa kabar PHK setidaknya tidak berlaku untuk divisi Xbox, sebelum Shaw membantah keseluruhan isu tersebut. Meski dibantah, spekulasi PHK kembali menguat seiring rekam jejak Microsoft dalam melakukan pengurangan tenaga kerja.
Sepanjang 2025, perusahaan tersebut telah memangkas lebih dari 15.000 karyawan. Gelombang PHK terakhir terjadi pada Juli 2025, ketika sekitar 9.000 pekerja diberhentikan, disertai penutupan sejumlah studio dan pembatalan proyek gim.
Sementara itu, melansir The Economic Times, laporan terpisah menyebut Microsoft berpotensi melakukan putaran pertama PHK pada 2026. Informasi tersebut dikutip dari laporan HR Digest yang bersumber dari unggahan anonim di platform profesional Blind. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sekitar 5% hingga 10% karyawan Microsoft berpotensi terdampak pada pekan ketiga Januari 2026.
Laporan itu juga menyebutkan unit Gaming, Azure, dan Sales menjadi tim yang paling berisiko terdampak. Langkah tersebut dikaitkan dengan upaya perusahaan merampingkan struktur organisasi, khususnya dengan mengurangi lapisan manajemen menengah dan meningkatkan rasio kontributor individu terhadap manajer.
Per Juni 2025, Microsoft tercatat memiliki sekitar 228.000 karyawan penuh waktu secara global. Kabar potensi PHK ini muncul di tengah komitmen investasi besar Microsoft di bidang kecerdasan buatan (AI). Perusahaan sebelumnya mengumumkan rencana investasi sebesar US$17,5 miliar atau sekitar Rp280 triliun di India selama periode 2026–2029, melanjutkan komitmen investasi sebesar US$3 miliar atau sekitar Rp48 triliun yang diumumkan pada Januari 2025.
Selain itu, Microsoft juga dilaporkan akan menerapkan kebijakan kerja dari kantor minimal tiga hari dalam sepekan bagi karyawan yang tinggal dalam radius 50 mil dari kantor pusat. Kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada akhir bulan depan.
