Aksi Arogan Penumpang BMW Pelat Dinas: Nopol Palsu, Merokok Pula!

Aksi Arogan Penumpang BMW Pelat Dinas: Nopol Palsu, Merokok Pula!

Jakarta

Viral di media sosial penumpang BMW 430i merokok saat jalan. Yang lebih mencengangkan ternyata mobil itu berani pakai pelat dinas palsu.

Video tersebut diunggah akun TikTok @wkwkland188 dan sudah ditonton sebanyak 985 ribu kali. Dalam narasi disebutkan penumpang merokok dengan kaca terbuka.

BMW 430i berkelir putih itu dipasangi pelat dinas Kementerian Pertahanan (Kemhan) dengan nomor 51692-00. Kemhan menegaskan pelat nomor yang digunakan itu palsu.

“Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa pelat tersebut palsu dan tidak sah, serta tidak pernah diberikan izin penggunaannya,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangannya, Senin (12/1/2026) dikutip dari detikNews.

Dia menjelaskan sedan BMW tidak masuk dalam inventaris kendaraan dinas. Dia juga mengatakan, pelat nomor tersebut pernah digunakan, namun izin pelat sudah berakhir. Kemhan menyebut pelat dengan nomor serupa pernah digunakan oleh Fortuner dan sempat viral.

“Adapun pelat tersebut pernah digunakan secara resmi oleh Mayjen TNI (Purn) Sudibyo, M.Si saat menjabat Warek I Unhan RI, namun izin penggunaan berakhir pada 1 Juni 2025 dan tidak diperpanjang, namun pelat yang sama pernah disalahgunakan pada kendaraan Toyota Fortuner dan sempat viral sekitar awal tahun 2025,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ricardo mengatakan penyalahgunaan pelat dinas merupakan pelanggaran hukum. Kemhan bersama TNI saat ini tengah melakukan penertiban.

“Penyalahgunaan pelat dinas merupakan pelanggaran hukum dan bukan cerminan kebijakan institusi. Saat ini Kemhan tengah berkoordinasi dengan POM TNI, Polri, serta aparat penegak hukum kewilayahan untuk melakukan penertiban, sekaligus mengimbau masyarakat untuk menyikapi setiap informasi di berbagai media secara bijak, menunggu klarifikasi resmi,” pungkasnya.

Meski yang merokok bukan pengendara, melainkan penumpang, tetap saja berbahaya. Sebab, abu rokoknya bisa tertiup angin dan mengenai mata pengendara lain di belakang.

“Abu dan baranya bisa mengganggu pengemudi lain, bahkan bisa juga terbang ke mata sendiri,” kata Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana.

(riar/din)