Yakin Mau Terobos Banjir? Pikirin Ini Dulu Deh

Yakin Mau Terobos Banjir? Pikirin Ini Dulu Deh

Jakarta

Hujan deras yang melanda sejumlah daerah menimbulkan genangan air di jalanan. Kendaraan sampai tidak bisa melewati genangan air akibat hujan deras tersebut. Namun, ada juga yang nekat menerobos banjir menggunakan mobil maupun motor. Yakin berani terobos banjir? Pikirin dulu risiko ini deh!

Banjir melanda sejumlah ruas jalanan di Jakarta dan sekitarnya. Praktisi keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, tidak menyarankan kendaraan menerobos banjir dengan air terlalu dalam. Risikonya bukan cuma merusak mobil, tapi juga berisiko buat keselamatan pengendaranya.

“Bahaya banjir di antaranya adalah arus yang tidak terbaca cenderung deras, air yang keruh, kedalaman air yang tiba-tiba, material yang terbawa dan lain-lain,” kata Sony kepada detikOto beberapa waktu lalu.

Menurut Sony, pengemudi harus tahan emosi untuk tidak sembarangan menerobos genangan banjir. Sebab, saat menerobos banjir mungkin ada bahaya yang menyertai. Bahkan mungkin nyawa menjadi taruhannya.

“Ini yang kadang menjadi kebiasaan buruk, tidak pernah memastikan kondisi aman sebelumnya. Jadi jika berpikir dengan akal sehat maka berhenti dan memastikan poin-poin bahaya banjir. Jika sudah terjebak, segera evakuasi untuk keluar kabin,” ujar Sony.

“Besarnya arus tidak bisa dilihat jika arusnya di bawah, karena di atasnya seolah tenang. Jadi jangan ambil risiko untuk nerabas. Mudahnya lihat material-material yang dihanyutkan. Jika bergerak maka ada arus yang menyeretnya,” ucap Sony.

Selain arus air yang mungkin deras, risiko menerobos banjir bisa saja kendaraan menghantam objek yang tidak terlihat akibat genangan. Menurut Sony, banyak kasus roda masuk lubang atau got. Atau, bisa juga ban kendaraan terkena benda-benda tajam yang terbawa arus. Benda-benda tersebut juga bisa menghambat putaran roda atau merusak bodi kendaraan.

Dari sisi teknis, kalau nekat menerobos banjir berisiko membuat mesin jebol. Hal itu disebabkan oleh air yang masuk ke dalam ruang bakar sehingga tidak bisa terkompresi. Gejala itu disebut dengan water hammer.

Water hammer adalah kondisi ketika air masuk ke ruang mesin. Air tidak bisa terkompresi oleh mesin sehingga yang terjadi setang piston bengkok bahkan bisa menyebabkan silinder mesin pecah. Kalau sudah rusak begitu, dana yang harus dikeluarkan untuk perbaikan pasti sangat besar.

(rgr/din)