Awal Puasa Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah, Pemerintah, dan NU

Awal Puasa Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah, Pemerintah, dan NU

Bisnis.com, JAKARTA – Penetapan awal 1 Ramadhan 2026 mulai menjadi perhatian publik seiring terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 2 dan 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026. Kebijakan tersebut menjadi rujukan awal bagi masyarakat dalam menentukan proyeksi jadwal ibadah puasa ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun depan.

SKB yang ditandatangani oleh Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) itu memuat penetapan hari libur nasional Idul Fitri 1447 Hijriah. Berdasarkan kalender yang tercantum, libur Lebaran diproyeksikan jatuh pada 20–21 Maret 2026, sehingga secara tidak langsung memberikan gambaran awal mengenai rentang waktu pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 2026.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa penetapan resmi awal puasa Ramadan tetap menunggu hasil sidang isbat. Penentuan tersebut dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara perhitungan astronomis dan hasil pengamatan hilal sesuai ketentuan syariat Islam.

Penentuan Awal Puasa Ramadan 2026 di Indonesia

Penentuan awal puasa Ramadan 2026 tidak dapat dilepaskan dari sistem penanggalan Hijriah yang berbasis pada peredaran bulan. Di Indonesia, penetapan 1 Ramadan dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni hisab atau perhitungan astronomi dan rukyat atau pengamatan langsung terhadap hilal. Kedua metode ini menjadi landasan utama dalam pengambilan keputusan oleh pemerintah dan organisasi keagamaan.

Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah global, 1 Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan berpotensi jatuh pada kisaran pertengahan hingga akhir Februari 2026. Namun demikian, kepastian awal puasa sangat bergantung pada posisi hilal saat matahari terbenam di akhir bulan Syakban. Apabila hilal belum memenuhi kriteria visibilitas, maka bulan Syakban akan digenapkan menjadi 30 hari.

Perbedaan penetapan awal puasa Ramadan di Indonesia bukanlah hal baru. Organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan pemerintah memiliki pendekatan masing-masing dalam menentukan awal bulan Hijriah. Perbedaan metode inilah yang kerap memunculkan potensi perbedaan awal puasa, meskipun tujuan utamanya tetap sama, yakni memastikan pelaksanaan ibadah sesuai dengan ketentuan syariat.

Awal Puasa Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan awal puasa Ramadan 2026 jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang hasil hisab awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

Dalam maklumat tersebut dijelaskan bahwa Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dalam menentukan awal bulan Hijriah. Kriteria yang digunakan menetapkan bahwa ijtimak telah terjadi dan posisi hilal sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam.

Berdasarkan ketetapan tersebut, berikut jadwal puasa Ramadhan 1447 Hijriah versi Muhammadiyah:

1 Ramadan: Rabu, 18 Februari 2026
2 Ramadan: Kamis, 19 Februari 2026
3 Ramadan: Jumat, 20 Februari 2026
4 Ramadan: Sabtu, 21 Februari 2026
5 Ramadan: Minggu, 22 Februari 2026
6 Ramadan: Senin, 23 Februari 2026
7 Ramadan: Selasa, 24 Februari 2026
8 Ramadan: Rabu, 25 Februari 2026
9 Ramadan: Kamis, 26 Februari 2026
10 Ramadan: Jumat, 27 Februari 2026
11 Ramadan: Sabtu, 28 Februari 2026
12 Ramadan: Minggu, 1 Maret 2026
13 Ramadan: Senin, 2 Maret 2026
14 Ramadan: Selasa, 3 Maret 2026
15 Ramadan: Rabu, 4 Maret 2026
16 Ramadan: Kamis, 5 Maret 2026
17 Ramadan: Jumat, 6 Maret 2026
18 Ramadan: Sabtu, 7 Maret 2026
19 Ramadan: Minggu, 8 Maret 2026
20 Ramadan: Senin, 9 Maret 2026
21 Ramadan: Selasa, 10 Maret 2026
22 Ramadan: Rabu, 11 Maret 2026
23 Ramadan: Kamis, 12 Maret 2026
24 Ramadan: Jumat, 13 Maret 2026
25 Ramadan: Sabtu, 14 Maret 2026
26 Ramadan: Minggu, 15 Maret 2026
27 Ramadan: Senin, 16 Maret 2026
28 Ramadan: Selasa, 17 Maret 2026
29 Ramadan: Rabu, 18 Maret 2026
30 Ramadan: Kamis, 19 Maret 2026
1 Syawal (Idul Fitri): Jumat, 20 Maret 2026

Awal Puasa Ramadan Menurut Pemerintah

Sementara itu, jika mengacu pada sistem penanggalan hijriah yang digunakan pemerintah, awal Ramadan 2026 diproyeksikan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Proyeksi ini didasarkan pada kriteria MABIMS, yaitu kesepakatan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, yang menetapkan standar visibilitas hilal tertentu.

Meski telah ada proyeksi tersebut, pemerintah menegaskan bahwa kepastian awal ibadah puasa Ramadan tetap menunggu hasil sidang isbat. Sidang ini dijadwalkan berlangsung pada 29 Syakban 1447 Hijriah atau sekitar 17 Februari 2026, dengan mengombinasikan data hisab dan hasil rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai titik pengamatan di seluruh wilayah Indonesia.

Awal Puasa Ramadan Menurut Nahdlatul Ulama (NU)

Hingga saat ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum mengumumkan secara resmi penetapan awal puasa Ramadan 2026. NU masih menunggu hasil pemantauan hilal sebagai dasar penentuan 1 Ramadhan 1447 Hijriah.

Dalam proses penentuannya, NU berpedoman pada metode Hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU), yakni pendekatan yang mengombinasikan perhitungan astronomis dengan pengamatan langsung hilal di lapangan. Melalui metode tersebut, NU tidak hanya mengandalkan data hisab, tetapi juga menekankan pentingnya rukyatul hilal sebagai validasi akhir sebelum keputusan diumumkan secara resmi.

Dengan adanya perbedaan pendekatan dalam penetapan awal puasa Ramadan 2026, masyarakat diimbau untuk menyikapinya secara bijak dan saling menghormati. Baik pemerintah, Muhammadiyah, maupun Nahdlatul Ulama memiliki dasar keilmuan dan metodologi yang sah dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Kepastian awal Ramadan 1447 Hijriah secara nasional tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama. Hingga keputusan resmi diumumkan, masyarakat diharapkan mengikuti informasi dari sumber tepercaya serta mempersiapkan ibadah puasa dengan penuh ketenangan dan kebersamaan.