Jember (beritajatim.com) – Pendapa Wahyawibawagraha selama ini dikenal sebagai rumah dinas kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Selain sebagai tempat hunian bupati, pendapa tersebut juga menjadi lokasi kegiatan seremonial kenegaraan.
Bupati menerima tamu resmi dari pemerintah pusat hingga meresmikan program dan melantik pejabat di Pendapa Wahyawibawagraha. Kegiatan yang dihadiri undangan dalam jumlah lebih dari 50 orang biasanya diletakkan di aula lantai dua atau lantai atas.
Namun sejarah mencatat, Pendapa Wahyawibawagraha pernah beberapa kali digunakan tidak untuk acara pertemuan formal maupun acara kenegaraan.
Bupati Muhammad Zainal Abidin Djalal pernah mengizinkan pendapa digunakan sebagai tempat resepsi pernikahan artis Anang Hermansyah dan Ashanty pada 6 Juli 2012. Dalam sejarah pemerintahan Jember modern, baru kali ini pusat kekuasaan dijadikan resepsi pesta pernikahan warga biasa yang disiarkan stasiun televisi RCTI.
Ngunduh mantu artis ini membuat Bupati Djalal jadi sasaran protes warga Jember. Ada warga yang berunjuk rasa mempertanyakan penggunaan uang negara untuk acara privat.
Bupati Djalal saat itu menepis anggapan acara ngunduh mantu dibiayai uang pemerintah daerah. Ia hanya memberikan sambutan dalam resepsi tersebut. “Sangat tidak sopan, jika kita kedatangan Anang dan Ashanty tanpa memberikan sambutan,” katanya saat itu.
Apalagi, lanjut Djalal, Anang dan Ashanty datang bersama rombongan besar, yang di dalamnya terdapat sejumlah awak infotainmen televisi. Kehadiran para awak televisi itu akan memperkuat promosi Jember melalui acara Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ).
Sepuluh tahun kemudian, tepatnya 15 Oktober 2022, aula lantai dua Pendapa Wahyawibawagraha dikuasai BTS Army, sebutan fans grup musik pop Korea (K-Pop) Bangtan Boys atau BTS. Mereka nonton baremg konser boys band asal Korea Selatan tersebut.
Sedikitnya dua ratus orang penggemar BTS berkumpul di aula pendapa. Mereka menyaksikan live streaming gratis konser Yet To Come In Busan yang ditayangkan pada layar lebar. Bupati Hendy Siswanto dan istrinya Kasih Fajarini duduk di kursi deretan depan menyaksikan langsung konser yang berlangsung di Korea Selatan tersebut.
Ide menggelar nobar ini tak lepas dari keinginan Bupati Hendy memfasiitasi kegiatan-kegiatan anak muda di Jember. “Kepala daerah harus peka. Penggemar BTS tidak sedikit. Ada ribuan orang di Jember,” katanya.
“Oleh sebab itu, saya punya pemikiran, wah ini harus diundang nobar. Mumpung gratis, boleh ditonton bebas melalui live streaming. Kenapa tidak kami buka saja pendapa, wong lagi kosong tidak ada acara, dan ada layar lebarnya. Anak-anak kita ini harus diarahkan pada hal yang positif,” kata Hendy.
Terakhir, Pendapa Wahyawibawagraha menjadi tempat ngunduh mantu Tulus Madiyono, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Kabupaten Jember, Sabtu (10/1/2026) tanpa dipungut biaya sewa.
Hisyam Wahyu Aditya, Kepala Bagian Umum & Protokol Komunikasi Pimpinan Pemkab Jember, mengatakan, izin penyelenggaraan pernikahan oleh masyarakat umum di pendapa hanya bersifat uji coba sebagai salah satu strategi ke depan untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah).
“Dipastikan juga bahwa dari kami tidak ada support dalam bentuk apapun, baik dalam bentuk makanan, gardening, tidak ada. Semuanya dari pihak yang mempunyai acara. Tidak ada dari kami. Bahkan di (lantai) bawah yang biasanya ada makanan untuk tamu, hari ini kami stop,” katanya. [wir]
