Jakarta –
Musim flu di New York City tahun ini mencapai level yang mengkhawatirkan. Departemen Kesehatan setempat melaporkan bahwa jumlah warga yang jatuh sakit telah melampaui rekor dua musim sebelumnya, memicu tekanan besar pada fasilitas kesehatan dan apotek di seluruh kota.
Komisaris Departemen Kesehatan NYC, Dr Michelle Morse, mengungkapkan bahwa hingga awal Januari 2026, penyebaran virus masih berada pada tingkat yang sangat tinggi.
“Hingga pekan yang berakhir pada 3 Januari, lebih dari 128 ribu warga New York telah dinyatakan positif flu pada musim ini,” lapor Morse dikutip dari CBS News, Jumat (9/1/2025).
Meski tren kasus menunjukkan tanda-tanda mulai menurun, risiko gejala fatal tetap menghantui mereka yang tidak memiliki perlindungan. Morse memberikan catatan bahwa pada musim lalu, 89 persen anak-anak yang meninggal akibat flu ternyata belum mendapatkan vaksinasi.
Apotek Kewalahan, Stok Alat Tes Ludes
Dampak dari musim flu kali ini sangat dirasakan oleh para penyedia layanan farmasi. Ralph Ekstrand, seorang apoteker dengan pengalaman 45 tahun, mengaku terkejut dengan lonjakan permintaan obat-obatan.
Di apotek Moby Drugs, Farmingdale, stok alat tes flu mandiri (at-home flu tests) dilaporkan telah ludes terjual.
“Kami melayani hampir 90 resep hanya dalam tiga jam, dan sekitar 20 di antaranya adalah khusus untuk kasus flu,” ujar Ekstrand. Menurutnya, ini adalah salah satu musim flu terburuk yang pernah ia tangani sepanjang kariernya.
Kenaikan jumlah pasien juga terjadi di pusat layanan CityMD, volume pasien meningkat sekitar 30 persen, sebagian besar didominasi oleh gejala influenza.
Halaman 2 dari 2
Simak Video “Video: 130 Ribu Unggas di Peternakan Jerman Dimusnahkan Imbas Flu Burung”
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)
