Kasus ‘Super Flu’ Meledak di Inggris, Warga Diimbau Pakai Masker

Kasus ‘Super Flu’ Meledak di Inggris, Warga Diimbau Pakai Masker

Jakarta

Lonjakan kasus varian flu di Inggris membuat para ahli kembali mengimbau masyarakat untuk mulai memakai masker. Terutama di tempat ramai atau ruang tertutup dengan ventilasi buruk, untuk membatasi penyebaran infeksi.

Imbauan ini muncul seiring rumah sakit di seluruh Inggris dibanjiri kombinasi virus musim dingin, mulai dari strain ‘super flu’ H3N2, norovirus, hingga COVID-19. Data pengawasan menunjukkan angka pasien flu yang dirawat di rumah sakit meningkat hampir 10 persen dibandingkan pekan lalu.

Setiap hari, lebih dari 2.900 tempat tidur terisi pasien flu, termasuk lebih dari 100 orang yang menjalani perawatan intensif.

“Kita sedang melihat periode aktivitas flu yang tinggi, yang memberikan tekanan tambahan pada layanan kesehatan, dan khususnya memengaruhi orang dewasa yang lebih tua, anak-anak kecil, dan orang-orang dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya,” beber Kepala Departemen Perawatan Primer dan Kesehatan Masyarakat di Imperial College London, Dr Azeem Majeed.

“Mengenakan masker dapat mengurangi penularan infeksi dalam situasi tertentu,” sambungnya, dikutip dari Daily Express.

Menurut Dr Majeed, masker berkualitas tinggi efektif membatasi penyebaran virus pernapasan, termasuk influenza, terlebih di ruang tertutup yang ramai dan berventilasi buruk atau di lingkungan perawatan kesehatan.

Bagi orang yang rentan secara klinis, atau mereka yang merawatnya, penggunaan masker selama periode aktivitas flu yang tinggi dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan.

“Masker paling efektif jika digunakan bersamaan dengan tindakan lain, seperti vaksinasi, ventilasi ruangan yang baik, tetap di rumah saat sakit, dan kebersihan tangan,” kata Dr Majeed.

“Kita kemungkinan besar tidak akan melihat mandat penggunaan masker secara luas kembali diberlakukan. Tetapi, penggunaan masker yang tepat sasaran dan bijaksana selama musim puncak virus pernapasan tetap menjadi pilihan yang masuk akal dan proporsional untuk mencoba membatasi penyebaran flu,” jelasnya.

Saat ini, National Health Service (NHS) beroperasi mendekati kapasitas penuh. Sebanyak 92 persen tempat tidur rumah sakit dewasa terisi, naik 5 persen dibandingkan minggu sebelumnya.
The UK Health Security Agency (UKHSA) atau Badan Keamanan Kesehatan Inggris juga mengingatkan masyarakat bahwa masker tetap menjadi ‘alat yang berguna’ untuk membatasi penyebaran virus pernapasan dalam situasi tertentu.

Menggunakan masker yang pas saat sakit dapat mengurangi jumlah partikel yang mengandung virus yang dilepaskan dari mulut dan hidung orang yang terinfeksi penyakit pernapasan. Penutup wajah juga dapat melindungi pemakainya dari penularan virus pernapasan lain.

Sejumlah rumah sakit mulai memberlakukan kembali aturan masker sementara. Rumah Sakit Gloucestershire, misalnya, meminta pasien dan keluarga mengenakan masker bedah di semua ‘area penilaian langsung’.

Masker tersedia di pintu masuk, dan pasien yang tidak dapat mengenakannya diminta memberi tahu petugas. Pasien rawat inap dengan flu atau COVID-19 yang terkonfirmasi atau dicurigai juga akan diberikan masker, sementara siapa pun yang memiliki gejala diminta untuk tidak mengunjungi pasien.

Langkah-langkah ini diterapkan untuk melindungi staf, pasien, dan pengunjung selama lonjakan kasus saat ini, dan akan diperbarui ketika tingkat infeksi menurun.

“Data hari ini menunjukkan kita belum sepenuhnya terbebas dari masalah. Meskipun NHS lebih siap dan berkinerja lebih baik daripada tahun lalu pada waktu yang sama berkat kerja keras staf, gelombang dingin saat ini memberikan tekanan baru pada layanan garda depan,” ujar Menteri Kesehatan dan Pelayanan Sosial Inggris, Wes Streeting.

“Flu bisa serius, terutama bagi orang lanjut usia, anak kecil, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, dan vaksinasi tetap merupakan perlindungan terbaik. Saya mendesak semua orang yang memenuhi syarat untuk segera mendapatkan vaksin flu. Dengan bertindak sekarang, kita dapat membantu mencegah orang dirawat di rumah sakit, mendukung staf NHS kita melalui minggu-minggu terberat di musim dingin, dan memastikan perawatan darurat tersedia bagi mereka yang paling membutuhkannya.”

Strain H3N2, yang juga dikenal sebagai subklade K, dilaporkan bermutasi tujuh kali selama musim panas, sehingga mampu menghindari kekebalan sebelumnya. Kekhawatiran awal sempat menunjukkan angka rawat inap bisa meningkat hingga lima kali lipat dari rata-rata.
Namun, data terbaru menunjukkan jumlah pasien rawat inap masih relatif serupa dengan tahun-tahun sebelumnya.

Halaman 2 dari 2

(sao/kna)