Jakarta –
Seorang pria membagikan pengalamannya menjalani tantangan kebugaran dengan melakukan 100 kali push-up setiap hari selama satu tahun penuh. Rutinitas sederhana tersebut ternyata memberikan dampak nyata pada kondisi tubuhnya.
Kisah ini muncul di tengah momen awal tahun, saat banyak orang menetapkan resolusi kesehatan dan kebugaran. Mulai dari mengikuti Dry January, Veganuary, hingga berkomitmen rutin berolahraga, Januari kerap dijadikan titik awal perubahan gaya hidup.
Namun, tidak sedikit resolusi kebugaran yang berakhir hanya menjadi wacana. Berbeda dengan James Stewart Whyte, yang berhasil mempertahankan komitmennya.
James menetapkan target sederhana, yakni melakukan 100 push-up setiap selama setahun, dan benar-benar menjalankan hingga tuntas. Pengalamannya ini ia bagikan melalui YouTube miliknya.
Ia mengaku memilih push-up karena latihan ini tidak membutuhkan keanggotaan gym, perjalanan khusus, atau perlengkapan olahraga tertentu, sehingga mudah dilakukan secara konsisten.
“Saya tidak meminta diri saya untuk melakukan sesuatu setiap hari yang harus saya jadwalkan dan persiapkan secara eksplisit sebelumnya,” terangnya, dikutip dari Unilad.
Perubahan yang Dirasakan
James menekankan bahwa tujuan utamanya bukanlah perubahan fisik instan, melainkan membangun kebiasaan jangka panjang. Karena itu, ia tidak terkejut saat hasilnya tidak langsung terlihat.
“Kemajuan yang saya capai lambat,” kata James.
“Setelah beberapa bulan pertama tahun ini, saya melihat perubahan yang hampir tidak terlihat, kemajuan mulai terlihat memasuki musim panas,” sambungnya.
Seiring dengan kebiasaannya itu, orang lain mulai memperhatikan perkembangan James. Ototnya terlihat lebih kuat dan latihan harian menjadi terasa lebih muda.
Meski tidak menghasilkan perubahan fisik yang ekstrem dalam waktu singkat, dampak rutinitas tersebut tetap terasa signifikan. James menilai hasilnya justru menguatkan pentingnya konsistensi.
“Di pertengahan tahun saya memeriksa kemajuan yang terlihat, meskipun hasilnya sederhana, tetapi ada,” beber James.
“Dan itu membuktikan bahwa setelah Anda membangun kebiasaan baru, Anda harus memberi waktu pada kebiasaan itu untuk bekerja sebelum Anda melihat hasilnya,” pungkasnya.
Halaman 2 dari 2
(sao/kna)
