Bondowoso (beritajatim.com) – Persaudaraan Kepala Desa Indonesia Merah Putih (PKDI-MP) Kabupaten Bondowoso resmi dikukuhkan, Kamis, 8 Januari 2026 di hotel Ijen View. Momentum pengukuhan tersebut sekaligus menjadi ruang konsolidasi para kepala desa untuk menyikapi pengurangan alokasi Dana Desa (DD) yang terjadi di sejumlah wilayah.
Di tengah keterbatasan anggaran, organisasi kepala desa didorong memperkuat solidaritas serta menjaga keberlangsungan pelayanan publik di tingkat desa.
Ketua PKDI-MP Kabupaten Bondowoso, Kusnadi, mengungkapkan bahwa sebagian desa mengalami penurunan Dana Desa signifikan hingga 70 persen. Jika sebelumnya per desa saban tahun menerima hingga Rp1miliar, di tahun 2026 tersisa antara Rp200 juta hingga Rp300 juta.
“Kondisi ini berpengaruh terhadap perencanaan program. Kepala desa dituntut lebih adaptif dan cermat dalam menentukan skala prioritas pembangunan,” ujar Kusnadi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan pengurangan Dana Desa merupakan keputusan pemerintah pusat yang wajib dilaksanakan oleh seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat desa. Karena itu, kepala desa diminta tetap patuh dan menjalankan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami siap perintah dan patuh. Apa yang menjadi titah pemerintah pusat akan kami laksanakan sebaik mungkin. Kami yakin para pemimpin kita sangat mencintai masyarakatnya,” bebernya.
Dalam konteks organisasi, Kusnadi memastikan keberadaan PKDI-MP tidak akan menimbulkan gesekan dengan wadah atau paguyuban kepala desa lainnya. Menurutnya, PKDI-MP hadir sebagai persaudaraan, ruang belajar, dan sarana kolaborasi antarkepala desa untuk saling berbagi praktik baik dalam tata kelola pemerintahan desa.
Sementara itu, Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, menekankan pentingnya memperkuat persaudaraan dan kebersamaan antarkepala desa sebagai fondasi terciptanya pemerintahan desa yang harmonis dan dipercaya masyarakat.
“Paguyuban kepala desa memiliki peran strategis dalam menjaga komunikasi serta mencegah munculnya ketidakharmonisan di tingkat desa,” katanya. (awi/but)
