Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Semampir 1 Yayasan Kemala Bhayangkari, Rabu (7/1/2026), di Kelurahan Semampir, Kota Kediri. Peresmian ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat pemenuhan gizi masyarakat.
“Gizi ini menjadi fondasi dasar dalam Pembangunan sumber daya manusia. Adanya gizi yang berkualitas akan meningkatkan kualitas Kesehatan dan mencerdaskan masyarakat. Saya percaya dengan masyarakat yang sehat dan cerdas maka akan lebih produktif pula masyarakat kita. Kehadiran SPPG ini memiliki peran yang strategis,” ujar Vinanda Prameswati.
Wali Kota Kediri yang akrab disapa Mbak Wali itu menegaskan masa depan Kota Kediri tidak hanya dibangun melalui infrastruktur fisik, tetapi juga melalui kesehatan dan kualitas generasi mudanya. Selaras dengan visi Kota Kediri MAPAN, SPPG Semampir hadir untuk kelompok yang menentukan masa depan daerah, mulai anak-anak hingga kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Menurutnya, dari dapur SPPG inilah kualitas kesehatan, kecerdasan, dan daya saing generasi Kediri ke depan mulai dibangun.
“Kita patut bersyukur bahwa hadir nya kita semua hari ini merupakan wujud kuatnya sinergi lintas sektor. Polri, TNI, pemerintah daerah, dinas terkait, pihak sekolah, semua hadir dan bergerak bersama. Inilah wajah kolaborasi yang kita harapkan, tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling menguatkan dan saling menjaga agar program ini tetap bersih dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Vinanda berharap kehadiran SPPG juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat terkait pentingnya pemenuhan gizi dan pola hidup sehat. Ia menekankan bahwa konsep 4 sehat 5 sempurna sudah tidak relevan dan kini digantikan dengan pedoman Gizi Seimbang Isi Piringku.
Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi informasi secara bijak melalui pembuatan konten edukasi gizi di media sosial. Menu yang disajikan SPPG diharapkan dijelaskan kandungan gizinya agar masyarakat memahami bahwa porsi yang diberikan telah sesuai standar.
“Terkadang masyarakat bingung karena porsinya sedikit dan menganggap SPPGnya pelit. Padahal itu sudah sesuai dengan takaran gizinya. Maka dar itu kita perlu melakukan edukasi sehingga masyarakat paham,” harapnya.
Selain berdampak pada kesehatan, Vinanda menilai SPPG Semampir berpotensi menjadi penggerak ekonomi lokal dengan menyerap bahan pangan dari petani, peternak, dan pelaku UMKM Kota Kediri.
“Terima kasih dan apresiasi kepada Polres Kediri Kota, Yayasan Kemala Bhayangkari, Yayasan Nawasena Berkah Abadi, para relawan, serta seluruh pihak atas hadirnya SPPG ini. Mari kita rawat bersama, kita jaga bersama, dan kita pastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh penerima manfaat. Insya Allah dengan niat yang baik dan kerja bersama, saya yakin sppg ini akan menjadi pondasi lahirnya generasi Kota Kediri yang sehat, kuat, dan siap menyongsong masa depan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menjelaskan SPPG Semampir 1 merupakan wujud komitmen Polres Kediri Kota bersama Yayasan Kemala Bhayangkari dan Yayasan Nawasena Berkah Abadi dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
Ia menyebut SPPG berdiri di atas tanah milik Polres Kediri Kota seluas kurang lebih 1.000 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 400 meter persegi. Bangunan tersebut dirancang sesuai standar Badan Gizi Nasional.
Pengajuan pendirian SPPG telah melalui pendaftaran titik lokasi melalui portal mitra.bgn.go.id pada 21 Juli 2025, dilanjutkan dengan groundbreaking pada 27 Agustus 2025. Pembangunan dilaksanakan oleh Yayasan Nawasena Berkah Abadi sebagai mitra kerja sama Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Kediri Kota.
“SPPG ini telah merekrut sumber daya yang kompeten. Terdiri dari 1 orang kepala SPPG, 1 orang petugas layanan gizi, 1 oramg petugas layanan keuangan, serta 45 orang relawan. Nanti apabila ada kekurangan dari SPPG ini silahkan sampaikan ke saluran aduan yang telah disediakan,” ungkapnya.
Kepala SPPG Semampir 1 Yayasan Kemala Bhayangkari, Anastasya, menjelaskan SPPG ini akan melayani 2.410 penerima manfaat yang dilaksanakan dalam dua tahap di sejumlah sekolah sekitar lokasi SPPG.
“Apabila tidak ada kendala tahap 1 akan dilaksanakan besok tanggal 8 Januari namun apabila belum bisa akan dilakukan tanggal 12 Januari. Lalu tahap 2 pada tanggal 19 Januari,” jelasnya.
Peresmian SPPG ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pemotongan untaian bunga. Acara tersebut turut dihadiri Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Kediri Kota Yani Anggi, Ketua Yayasan Nawasena Berkah Abadi David Wahyudi, perwakilan Kodim 0809, KH Abu Bakar Abdul Jalil, kepala OPD terkait, Camat Kota Agus Suharyanto, jajaran Polres Kediri Kota, serta tamu undangan lainnya. [nm/but]
