Delapan Anggota Fraksi PDIP Jember Beri Insentif untuk Keluarga Rawan Stunting

Delapan Anggota Fraksi PDIP  Jember Beri Insentif untuk Keluarga Rawan Stunting

Jember (beritajatim.com) – Delapan anggota Fraksin PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi orang tua asuh bagi anak tengkes. Mereka memberikan dana insentif untuk keluarga yang mengalamu kerawanan tengkes (stunting).

Masing-masing anggota fraksi bekerja sama dengan toko kelontong dengan menitipkan Rp 150 ribu setiap bulan untuk dirupakan telur bagi keluarga rawan tengkes setiap lima hingga tujuh hari.

“Kami berharap suplai protein ini dapat membuat anak yang terindikasi atau rawan stunting bisa dientaskan secara bertahap. Itulah komitmen kami dalam penanganan stunting di Kabupaten Jember,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan Edi Cahyo Purnomo, Rabu (7/1/2026).

Tak hanya memberikan insentif, para anggota Fraksi PDIP memantau perkembangan anak di masing-masing keluarga beberapa bulan kemudian. “Kita pantau bagaimana berat tubuh anak yang kemarin mengalami stunting atau berat badan kurang. Kami kontrol terus di posyandu. Alhamdulillah terakhir kami lihat kemarin ada kenaikan berat badan,” kata Purnomo.

P:urnomo menyadari program tersebut tidak bisa menggantikan peran pemerintah. “Kami mendorong agar hal ini bisa dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember,” katanya.

Program ini, menurut Purnomo, tak hanya berdampak pada penanganan tengkes, tapi juga pada penguatan ekonomi kerakyatan. “Jadi toko kelontong di wilayah kita secara ekonomi mampu meningkatkan usahanya,” katanya.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka prevalensi tengkes di Kabupaten Jember masih mencapai 30,3 persen. “Ini berarti tiga dari sepuluh balita mengalami gangguan tumbuh kembang,” kata Purnomo.

Purnomo menyerukan penanganan stunting di Jember tidak bersifat seremonial semata. “Diperlukan langkah nyata, terukur, terstruktur, sistematis, masif, dan berkelanjutan,” katanya. [wir]