Elon Musk Tawarkan Layanan Starlink Gratis saat Hubungan AS dan Venezuela Memanas

Elon Musk Tawarkan Layanan Starlink Gratis saat Hubungan AS dan Venezuela Memanas

Bisnis.com, JAKARTA — Layanan internet satelit yang dioperasikan oleh SpaceX, Starlink, memberikan layanan internet gratis kepada masyarakat Venezuela setelah insiden penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Satelit internet yang dimiliki oleh Elon Musk ini membuat pengumuman bahwa mereka bersedia memfasilitasi layanan internet gratis bagi pelanggan aktif maupun pelanggan tidak aktif di negara Venezuela.

“Starlink menyediakan layanan broadband gratis bagi masyarakat Venezuela,” dikutip dari pernyataan resmi Starlink Selasa (06/01/2026).

Perusahaan itu juga membuka peluang bagi pelanggan yang berhenti berlangganan dan sedang terkena jeda untuk mendapatkan kredit secara gratis. Namun, pelanggan wajib masih memiliki perangkat keras dari Starlink.

Masyarakat Venezuela yang tidak memiliki perangkat keras, tidak akan mendapatkan keuntungan ini. Starlink juga menyebutkan bahwa mereka akan memberikan layanan internet gratis ini hingga tanggal 3 Februari 2026.

Sebagai informasi, Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap Venezuela dengan menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya pada 3 Januari lalu.

Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa penangkapan itu merupakan indikasi dari keterlibatan Maduro terhadap perdagangan narkoba dan terorisme narkoba dan juga meledakkan puluhan perahu kecil.

Di sisi lain, Venezuela bukanlah daerah konflik pertama yang menerima dukungan Starlink. Sebelumnya, Starlink memang sudah gencar memberikan layanan internet gratis pada daerah yang sedang terkena konflik. Pada 2022 lalu, Starlink memberikan layanan internet secara gratis pada Ukraina setelah diserang oleh Rusia.

Daerah konflik Gaza juga pernah terkena kebijakan ini saat pemadaman telekomunikasi yang terjadi pada 2023. Saat itu, Starlink digratiskan dan Musk mengatakan akan mendukung akses internet bagi organisasi bantuan internasional yang diakui secara internasional di Gaza.

Starlink juga membantu pengguna dalam menghindari sensor pemerintah negara-negara otoriter. Di negara Iran, banyak warga telah memakai Starlink guna menghindari pembatasan internet walaupun belum mendapatkan persetujuan resmi.

Pemerintahan Maduro sering memakai taktik pemadaman internet saat terjadi ketidakstabilan politik di negara itu. Ketersediaan Starlink memungkinkan aktor non-pemerintah untuk menyediakan akses internet di daerah-daerah di mana kontrol pemerintah paling ketat.

Strategis GeoMacro Global di BCA Research Marko Papic menjelaskan bahwa Starlink mewakili model baru di mana perusahaan swasta memastikan akses internet di negara-negara otoriter.

Untuk saat ini Starlink masih memantau perkembangan kondisi dan persyaratan regulasi. “Meskipun kami belum memiliki jadwal untuk ketersediaan pembelian lokal, jika dan ketika ada pembaruan, informasi tersebut akan dikomunikasikan langsung melalui saluran resmi Starlink dan diperbarui di halaman ini,” dikutip dari laman resmi. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)