Pamekasan (beritajatim.com) – Anggota DPR RI Dapil Jatim XI Madura, Hi Ansari mengaku sangat prihatin atas kasus tragis penemuan jasad bayi laki-laki di Desa Kalinggah, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember. Jasad ditemukan tanggal 22 Desember 2025 lalu.
Kondisi jasad bayi tak berdosa tersebut ditemukan terpisah di dua lokasi berbeda di wilayah setempat, satu bagian ditemukan di area pemakaman umum. Sementara bagian lengan ditemukan dalam tangki septik tank disamping rumah terduga pelaku berinisial RH, warga setempat.
Parahnya terduga pelaku pembunuhan dan mutilasi tersebut merupakan perempuan berusia 19 tahun, yang notabene ibu kandung. Aksi nekad dan terbilang tega dilakukan pelaku karena malu melahirkan sosok bayi tanpa suami.
Kasus tragis tersebut juga sempat menggegerkan warga setempat, dan memicu perhatian mendalam dari banyak kalangan. Termasuk dari Hj Ansari yang merupakan legislator yang dikenal aktif menyuarakan isu kemanusiaan dan perlindungan perempuan dan anak.
“Tentu kami sangat prihatin atas peristiwa ini, di mana kasus ini bukan sekadar kejahatan berat, tetapi juga cerminan dari lemahnya kepedulian sosial dan perlindungan terhadap anak-anak yang seharusnya menjadi tanggungjawab bersama,” kata Hj Ansari kepada beritajatim.com, Selasa (6/1/2026).
Wakil rakyat perempuan satu-satunya dari Madura, di Senayan, juga menilai hal itu bukan sekadar kasus tragis semata. “Ini adalah tragedi kemanusiaan yang sangat menyayat hati. Bayi itu makhluk yang tidak berdaya dan wajib dilindungi oleh negara dan masyarakat,” ungkapnya.
“Oleh karena itu, kami mendorong aparat penegak hukum agar mengusut kasus ini secara menyeluruh, transparan, dan profesional. Sebab penanganan yang tegas sangat penting agar keadilan dapat ditegakkan sekaligus memberi efek jera bagi pelaku kejahatan serupa,” tegasnya.
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengajak pemerintah daerah, tokoh agama, dan elemen masyarakat untuk memperkuat edukasi mengenai kesehatan mental, pengasuhan anak, serta deteksi dini terhadap potensi kekerasan dalam lingkungan keluarga dan sosial.
“Dari tragedi ini harus menjadi bahan introspeksi bagi kita semua, bahwa pencegahan harus menjadi fokus utama. Jangan sampai kejadian serupa terulang hanya karena kita lalai membangun sistem perlindungan yang kuat,” tegasnya.
Saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap kasus tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi demi menghormati proses hukum dan perasaan keluarga korban.
“Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya kepedulian bersama dalam menjaga keselamatan dan hak hidup setiap anak di Indonesia,” imbuhnya.
Pentingnya Kehadiran Negara
Kasus tragis di Kalinggah, Sumberbaru, Jember, Jawa Timur, dinilai bukan sekadar persoalan kriminal semata. Tatapi juga mencerminkan persoalan sosial dan psikologis hingga kurangnya pendampingan terhadap ibu muda yang mengalami kehamilan tidak direncanakan.
Politisi PDI Perjuangan tersebut juga mendorong pemerintah hadir memberikan perlindungan dan dukungan dari lingkungan sekitar. “Peristiwa ini merupakan tragedi memilukan, sehingga negara dan masyarakat wajib hadir untuk memberikan perlindungan maksimal, baik sebelum maupun sesudah kelahiran,” tegasnya.
“Sejauh ini banyak kasus serupa justru berasal dari rasa takut, tekanan sosial, dan ketidaksiapan mental. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga negara. Sehingga kedepan tidak ada lagi ibu yang menghadapi kehamilan dan persalinan dalam kondisi terisolasi,” sambung politisi kelahiran Pamekasan, Madura.
Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut. Hanya saja juga sangat penting agar tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan kondisi psikologis pelaku.
“Tragedi ini jangan hanya menjadi konsumsi publik, tetapi harus menjadi momentum membenahi sistem perlindungan ibu dan anak secara lebih serius,” pungkasnya. [pin/but]
