Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan kota dengan turun langsung ke lapangan. Melalui kegiatan bersepeda pagi, Ning Ita (sapaan akrab, red) meninjau sejumlah proyek pembangunan fisik sekaligus kondisi lingkungan di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon.
Menurut orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini, kegiatan tersebut menjadi sarana efektif untuk melihat langsung hasil pekerjaan proyek tahun 2025 sekaligus memetakan kebutuhan pembangunan yang akan dilanjutkan pada tahun 2026 dan seterusnya.
“Waktu pengerjaan proyek fisik di tahun 2025 sangat terbatas. Karena itu, masih ada pekerjaan yang perlu dituntaskan di tahun berikutnya. Hari ini kita melihat langsung progresnya sekaligus memastikan perencanaan ke depan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkapnya, Selasa (6/1/2026).
Peninjauan dilakukan bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), diantaranya Kepala Dinas PUPRPERAKIM, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Kominfo, Kepala DPMPTSP, Kabag Umum, serta Camat dan Lurah setempat. Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita menekankan pentingnya peningkatan aksesibilitas antarwilayah.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat meninjau sejumlah proyek pembangunan fisik sekaligus kondisi lingkungan di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon. [Foto : ist]Khususnya jalur penghubung antara Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto. Akses yang baik dinilai krusial untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi kawasan. Selain itu, Pemkot Mojokerto juga memberi perhatian khusus pada penguatan sarana dan prasarana olahraga. Fasilitas olahraga di lingkungan tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pembinaan atlet lokal.
“Banyak atlet dari Kota Mojokerto dan daerah sekitar yang memanfaatkan sarana olahraga ini. Maka fasilitasnya harus benar-benar mendukung pengembangan prestasi,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada pembangunan, wali kota perempuan pertama di Mojokerto itu juga menyoroti persoalan kebersihan lingkungan, terutama di wilayah perbatasan. Ia mengungkapkan masih ditemukannya sampah di sepanjang ruas jalan perbatasan Kota Mojokerto dengan Kabupaten Mojokerto.
“Pengelolaan sampah di Kota Mojokerto sudah berjalan dengan baik. Namun, kesadaran masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan, masih perlu terus ditingkatkan. Diharapkan sinergi lintas wilayah dan partisipasi aktif masyarakat dapat terus diperkuat agar pembangunan Kota Mojokerto berjalan berkelanjutan, tertib, dan nyaman bagi semua,” tegasnya. [tin/but]
