Kriminalitas di Bangkalan Naik Sepanjang Tahun 2025

Kriminalitas di Bangkalan Naik Sepanjang Tahun 2025

Bangkalan (beritajatim.com) – Tingkat kriminalitas di Kabupaten Bangkalan sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren peningkatan. Kondisi ini tentu tidak bisa diabaikan.

Data rilis akhir tahun Satreskrim Polres Bangkalan mencatat bahwa kenaikan tidak hanya terjadi pada jumlah perkara yang diungkap, tetapi juga pada eskalasi jenis kejahatan. Terutama pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang masih mendominasi.

Sepanjang 2025, Satreskrim Polres Bangkalan mengungkap 236 kasus tindak pidana dengan 271 tersangka. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 203 kasus dan 237 tersangka.

Dalam satu tahun, terjadi lonjakan 33 kasus atau sekitar 16 persen, serta peningkatan 34 tersangka atau 14 persen. Data ini menunjukkan bahwa meskipun kinerja pengungkapan meningkat, laju kriminalitas belum berhasil ditekan secara signifikan.

Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono mengakui bahwa peningkatan tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi jajarannya.

“Kami tidak menutup mata bahwa angka kriminalitas masih mengalami kenaikan. Ini menjadi evaluasi bagi Polres Bangkalan untuk memperkuat langkah pencegahan dan penindakan agar kejahatan tidak terus berulang,” ujar AKBP Hendro Sukmono saat rilis akhir tahun.

Lonjakan paling mencolok terlihat pada kasus curas. Jika pada 2024 hanya tercatat tiga kasus, maka pada 2025 jumlahnya melonjak menjadi sembilan kasus atau naik hingga 200 persen.

Jumlah tersangka bahkan meningkat dari tiga orang menjadi 12 orang, atau melonjak 300 persen. Sejumlah korban merupakan mahasiswa dan tenaga pendidik, yang mengindikasikan bahwa ruang publik di Bangkalan semakin rawan dan pelaku kejahatan kian berani menggunakan kekerasan.

Selain curas, curanmor masih menjadi kejahatan paling dominan. Sepanjang 2025 tercatat 42 kasus curanmor dengan 47 tersangka.

Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah kasus naik sekitar lima persen, sementara jumlah pelaku meningkat hingga 11 persen. Sepeda motor jenis Honda Vario dan Honda Beat masih menjadi sasaran utama, menunjukkan pola kejahatan yang berulang dan belum sepenuhnya terputus.

AKBP Hendro Sukmono menyebut bahwa faktor kelalaian masyarakat masih menjadi celah utama yang dimanfaatkan pelaku.

“Kami masih menemukan masyarakat yang kurang memperhatikan keamanan kendaraannya. Ini terus kami sosialisasikan, tetapi juga kami imbangi dengan peningkatan patroli di wilayah rawan,” tegasnya.

Di luar kejahatan jalanan, data kepolisian juga mencatat peningkatan kasus kepemilikan senjata tajam dari 24 kasus pada 2024 menjadi 26 kasus pada 2025. Bahkan sepanjang tahun lalu terjadi lima kasus pembunuhan di sejumlah kecamatan di Bangkalan.

Fakta ini memperlihatkan bahwa eskalasi kekerasan tidak lagi bersifat sporadis, melainkan mulai menjadi pola yang berulang.

Polres Bangkalan mencatat keberhasilan mengembalikan 23 barang bukti kendaraan hasil curanmor kepada pemiliknya. Namun angka tersebut dinilai belum sebanding dengan total kasus yang terjadi sepanjang tahun.

Kondisi ini menegaskan bahwa peningkatan pengungkapan perkara belum sepenuhnya berbanding lurus dengan meningkatnya rasa aman masyarakat.

Menutup evaluasi akhir tahun, Kapolres Bangkalan menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan strategi pada tahun mendatang.

“Ke depan kami akan memperkuat patroli, pengungkapan jaringan pelaku, serta mengajak masyarakat lebih aktif menjaga keamanan lingkungan. Tanpa keterlibatan semua pihak, kriminalitas sulit ditekan,” ucapnya. [sar/but]