Bondowoso (beritajatim.com) – Peringatan haul KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Bondowoso menjadi momentum penting bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk mengingatkan kembali para kader tentang sejarah lahirnya partai serta nilai-nilai perjuangan yang diwariskan pendirinya. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, Selasa (30/12/2025).
Menurut Dhafir, haul Gus Dur tidak sekadar menjadi ajang mengenang tokoh bangsa, tetapi juga sarana refleksi ideologis bagi kader PKB agar tidak melupakan akar sejarah partai yang lahir dari aspirasi warga Nahdlatul Ulama (NU) pada awal reformasi 1998.
“PKB lahir atas prakarsa Gus Dur dan para ulama melalui aspirasi warga NU pada awal reformasi 1998. Gus Dur selaku Ketua Tanfidziah PBNU bersama tim-tim ulama membentuk PKB untuk menyalurkan aspirasi umat,” ujar Dhafir.
Ia menjelaskan, sejak awal PKB didirikan sebagai alat perjuangan politik warga NU untuk memperjuangkan nilai-nilai keislaman yang moderat, kebangsaan, serta keadilan sosial dalam sistem pemerintahan. Karena itu, kegiatan haul dinilai penting untuk menjaga kesinambungan visi perjuangan tersebut.
Dhafir menekankan bahwa NU memiliki peran besar dalam sejarah bangsa Indonesia. Selain menjaga akidah Ahlussunah wal Jamaah, NU juga berkontribusi langsung dalam proses lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bahkan, tokoh-tokoh NU tercatat sebagai bagian penting dalam perumusan dasar negara.
“NU memiliki dua jiwa besar: menjaga akidah Ahlussunah wal Jamaah dan memberikan kontribusi pada lahirnya NKRI. Bahkan, kader NU terbaik seperti KH Wahid Hasyim turut merumuskan Pancasila sebagai dasar negara,” jelasnya.
Dalam konteks tersebut, PKB disebut Dhafir berdiri di bawah bendera NU untuk menjadi perpanjangan tangan perjuangan umat dalam pemerintahan. Ia menegaskan bahwa ajaran Gus Dur tentang pluralisme, persaudaraan, dan kemanusiaan harus terus menjadi pedoman kader PKB dalam menjalankan peran politiknya.
“Kegiatan haul ini mengingatkan kita bahwa PKB berdiri di bawah bendera NU untuk menjadi alat perjuangan dalam pemerintahan. Gus Dur adalah pelopor pluralisme yang mengajarkan kebersamaan dan persaudaraan. Fondasi itu harus terus kita lanjutkan demi kepentingan seluruh masyarakat tanpa pandang bulu,” tegas Dhafir.
Haul Gus Dur di Bondowoso ini diikuti oleh anggota fraksi dan kader PKB dari berbagai tingkatan. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa Gus Dur sekaligus penguatan komitmen PKB untuk tetap berpijak pada nilai-nilai NU dan kebangsaan dalam menghadapi dinamika politik ke depan. [awi/beq]
