Pasuruan (beritajatim.com) – Potensi bencana hidrometeorologi menjadi kekhawatiran utama Pansus DPRD Kabupaten Pasuruan terkait pembangunan di wilayah dataran tinggi Prigen. Berdasarkan data BMKG, curah hujan di kawasan tersebut tergolong sangat ekstrem dan berisiko memicu banjir bandang.
Lokasi pembangunan yang mencakup puluhan hektar diprediksi akan menyumbang jutaan liter air yang mengalir langsung ke pemukiman warga. Jika drainase dan resapan tidak tertata, tiga wilayah yaitu Pecalukan, Prigen, dan Ledug berada dalam ancaman serius.
Ketua Pansus, Sugiyanto, mengkalkulasi bahwa dalam satu jam saja kawasan tersebut bisa menghasilkan gelontoran 13 juta liter air saat hujan deras. “Jika hujan terjadi selama lima jam, maka ada 75 juta liter air yang akan menghantam desa terdampak di bawahnya,” jelas Sugiyanto.
Pansus menekankan agar tragedi bencana alam yang baru-baru ini terjadi di Aceh dan Sumatera Utara tidak terulang di Jawa Timur. Pengawasan perizinan lingkungan menjadi harga mati agar pembangunan tidak mengorbankan keselamatan nyawa manusia.
Sugiyanto mengingatkan bahwa bencana di daerah lain seringkali terjadi pada perusahaan yang secara administratif memiliki izin lengkap. “Mereka punya izin tapi menyalahgunakannya, sehingga kita harus antisipasi agar hal serupa tidak terjadi di Prigen,” tambahnya.
Ketiadaan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pada proyek tersebut menambah daftar kekhawatiran para wakil rakyat. Tanpa Amdal yang benar, risiko kerusakan ekosistem dan bencana alam sulit untuk dimitigasi sejak dini.
Pansus meminta semua pihak untuk tidak mengabaikan faktor alam demi kepentingan komersial pembangunan perumahan atau wisata. Kelestarian kawasan hutan lindung di Prigen harus tetap dijaga sebagai penyangga air utama bagi masyarakat Pasuruan.
Upaya mitigasi ini akan terus dikawal dengan berkonsultasi kepada para ahli lingkungan dan instansi berwenang di tingkat pusat. Keselamatan warga di Kelurahan Pecalukan dan sekitarnya menjadi prioritas utama di atas kepentingan investasi apa pun. (ada/but)
