Situbondo (beritajatim.com) – Keluarga korban pembunuhan satu keluarga di Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, saat ini tengah menunggu kedatangan B, ayah kandung salah satu korban, yang sedang berada di Maluku.
B, melalui sepupunya Pangki, meminta agar jenazah anaknya, UR alias N, tidak dimakamkan terlebih dahulu sampai ia tiba di Situbondo. “aya tinggal di Desa Besuki. Saya masih sepupu bapaknya korban UR alias N,” kata Pangki, saat ditemui di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo, Minggu, 28 Desember 2025.
Pangki menceritakan bahwa ia pertama kali mendengar kabar tragis ini dari tetangga korban melalui telepon. Ia segera menghubungi B yang saat itu sedang bekerja di Maluku. “Dia bilang jenazah jangan dikebumikan dulu. Sekarang dia masih dalam perjalanan ke Situbondo, kemungkinan baru sampai besok siang, untuk melihat anaknya untuk terakhir kalinya,” ujar Pangki.
Selain itu, B juga meminta agar jenazah UR alias N dimakamkan di wilayah Besuki. Namun, mengenai kronologi pembunuhan ini, Pangki mengaku tidak mengetahui secara pasti. Ia hanya mendapat kabar bahwa ayah tiri korban diduga membunuh istri dan anak tirinya, sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri di kamar mandi.
Namun, Pangki menegaskan bahwa informasi ini masih sebatas kabar yang diterimanya, bukan hasil penyelidikan resmi. “Saya tidak tahu apakah sebelumnya ada cekcok atau masalah rumah tangga, karena saya tinggalnya jauh. Saya kaget dengar kabar ini, benar-benar nggak nyangka,” ungkap Pangki.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif terkait pembunuhan tersebut. Polisi belum memberikan kesimpulan resmi terkait pelaku, motif, maupun kronologi kejadian, dan masih menunggu hasil penyidikan serta autopsi.
Polres Situbondo mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi lebih lanjut dan menunggu keterangan resmi dari aparat penegak hukum. [awi/suf]
