Jakarta –
Mi instan memang praktis, tidak butuh waktu lama untuk memasaknya hingga siap disantap. Tapi sayangnya, tidak butuh waktu lama pula untuk merasa lapar lagi setelahnya. Kenapa ya?
Dokter gizi dari RS Abdi Waluyo, dr Nathania Sutisna, SpGK, mengaitkan hal ini dengan kandungan nutrisi dalam mi instan yang didominasi oleh karbohidrat. Karena kalorinya tinggi, maka dapat memicu lonjakan glukosa di dalam darah.
“Jadi ketika kita spike nih, karbohidratnya naik ke atas, insulinnya kerja, itu nggak lama gula darahnya akan turun,” jelas dr Nathania dalam perbincangan dengan detikcom.
“Makanya itu menyebabkan lapar,” lanjutnya.
Agar lonjakan gula darah tidak langsung diikuti penurunan secara cepat, dr Nathania menyarankan untuk menambahkan nutrisi lain yakni serat dan protein. Dibanding hanya mengonsumsi karbohidrat, kadar gula darah akan lebih terjaga dengan adanya tambahan serat dan protein.
Rasa lapar yang cepat muncul setelah makan mi instan sekaligus mematahkan anggapan bahwa makanan tersebut dicerna hingga berhari-hari di dalam tubuh. Menurut dr Nathania, anggapan tersebut kurang tepat.
“Nggak sih, nggak segitunya,” tegasnya.
@detikhealth_official Belum pup berhari-hari…terus langsung hajar 5 botol sekaligus 😳 Banyak yang kira:”Pokoknya probiotik = auto lancar!” Padahal, tubuh nggak selalu kerja secepat itu — bahkan bisa bikin perut makin nggak nyaman kalau salah cara. Sebelum coba-coba, mending nonton dulu 👀✨ #Gizi #Sembelit #BAB #Probiotik #KesehatanPencernaan ♬ original sound – detikHealth
(up/up)
