Tito: Rumah sakit di Jayapura rampung dibangun dan akan diresmikan Prabowo

Tito: Rumah sakit di Jayapura rampung dibangun dan akan diresmikan Prabowo

Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa rumah sakit khusus yang dibangun dan dikelola oleh Kementerian Kesehatan di Jayapura, Papua, telah rampung dan rencananya diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Menteri Kesehatan membuat rumah sakit khusus yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan di Jayapura yang sudah selesai. Itu nilainya hampir Rp1 triliun. Ini untuk memperkuat sarana prasarana kesehatan di Papua dan akan diresmikan oleh Bapak Presiden, nanti pada saat beliau berkunjung ke Jayapura,” kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Mendagri menjelaskan pembangunan rumah sakit tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan sumber daya manusia di Papua, khususnya di bidang kesehatan, selain sektor pendidikan.

Fasilitas kesehatan itu dibangun untuk memperkuat sarana dan prasarana layanan kesehatan di Papua.

Selain rumah sakit di Jayapura, Tito menyampaikan adanya permintaan dari para gubernur terkait pembangunan rumah sakit provinsi di daerah otonomi baru, yakni di Nabire dan Wamena.

Ia mengatakan permintaan tersebut telah ditindaklanjuti Kementerian Kesehatan yang sedang mengatur skema pembiayaannya dan pada prinsipnya telah diakomodasi.

“Tadi Menteri Kesehatan sedang apa, mengatur masalah pembiayaannya. Tapi, prinsipnya diakomodasi,” ucap Tito.

Pada kesempatan sama, Mendagri juga menyinggung informasi dari salah satu kepala daerah terkait 700 ribu anak Papua yang disebut belum atau tidak bersekolah.

Tito menyampaikan data tersebut masih perlu diverifikasi dan akan dilakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan keakuratannya.

“Kita harus cross-check dulu. Tadi Pak Presiden menyampaikan ini kita data, ini harus kita cross-check dulu, benar enggak,” kata Tito.

“Tapi prinsip dasarnya adalah kalau ada yang tidak bersekolah, akan diupayakan untuk bersekolah. Diberikan kesempatan akses sekolah seluas-luasnya. Tapi, nggak tahu angkanya harus kita cross-check dulu. Saya kira itu,” ujar Mendagri menambahkan.

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.