Jakarta –
Perjalanan mudik dan liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) seringkali mengharuskan pemudik duduk berjam-jam naik kendaraan. Kondisi ini kerap memicu keluhan pegal, kaku, hingga nyeri di area leher dan pinggang jika tubuh tidak diberi waktu untuk beristirahat.
Spesialis bedah saraf Dimas Rahman Setiawan, SpBS, mengingatkan pentingnya melakukan relaksasi secara berkala selama perjalanan jauh. Salah satu cara paling sederhana adalah memberi jeda pada tubuh untuk bergerak dan meregangkan otot.
“Kalau cara mencegahnya itu biasanya yang kami sampaikan ke pasien setiap 30 menit,” ucap dr Dimas ketika berbincang dengan detikcom, Kamis (11/12/2025).
Namun, jika kondisi perjalanan tidak memungkinkan untuk berhenti sesering itu, misalnya saat melintas di jalan tol, waktu istirahat dapat disesuaikan menjadi sekitar satu jam sekali di rest area.
Selain memberi jeda untuk bergerak, pemudik juga disarankan menjaga kecukupan cairan tubuh. Minum air secara teratur membantu mencegah dehidrasi, yang dapat memperparah rasa pegal dan kaku selama duduk lama.
“Minum yang cukup, sehingga kondisi dehidrasi itu bisa kita hindari,” lanjutnya.
Tak kalah penting, posisi duduk selama berkendara juga perlu diperhatikan. Posisi pinggang sebaiknya disesuaikan dengan kurva alami tulang belakang, dan leher tidak dibiarkan menunduk atau membungkuk dalam waktu lama.
Di sisi lain, dr Dimas juga membeberkan risiko masalah kesehatan yang bisa terjadi apabila duduk terlalu lama saat di kendaraan, salah satunya risiko saraf kejepit. Hal ini terjadi akibat duduk terlalu membungkuk atau terlalu menunduk dalam waktu lama dapat memberi tekanan berlebih pada struktur tulang dan saraf.
“Kelamaan duduk, baik pinggang maupun leher, itu risiko saraf kejepit. Karena pada saat duduk kalau kita nggak sadar, kadang-kadang posisi kita sebenarnya sedang membungkuk. Nah kalau posisi kita membungkuk itu, mau nggak mau si bantahan tulang kedorong ke belakang,” tuturnya.
“Akhirnya menekan ke saraf. Jadi risikonya adalah memang terjadi sarang kejepit, nyeri pinggang, nyeri leher. Itu sangat mungkin terjadi,” lanjutnya lagi.
Halaman 2 dari 2
Simak Video “Video: Menkes Imbau Sopir Bus Cek Kesehatan Jelang Libur Nataru 2025”
[Gambas:Video 20detik]
(rfd/up)
