Ponorogo (beritajatim.com) – Libur sekolah telah dimulai, ruang kelas sunyi, dan aktivitas belajar mengajar berhenti sementara. Namun, di balik jeda panjang hingga awal Januari itu, publik di Ponorogo justru dibuat bertanya-tanya: masihkah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibagikan kepada siswa saat sekolah libur?
Di Bumi Reog Ponorogo, program yang menjadi salah satu instrumen peningkatan gizi pelajar itu, dipastikan belum serta-merta berhenti. Ketua Satgas MBG Ponorogo, Agus Sugiharto, menegaskan bahwa hingga kini program masih berjalan, meski dengan pola yang menyesuaikan kondisi libur sekolah.
Sebagian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disebut tetap menyiapkan makanan bergizi, dengan mekanisme pengambilan di sekolah. Namun, pola distribusi ke depan masih menunggu kebijakan teknis dari pusat, mengingat libur semester berlangsung cukup panjang.
“Kami masih menunggu petunjuk dari BGN, apakah nanti siswa ambil di sekolah atau harus diantar atau gimana, karena ini teknokratis,” terang Agus, Selasa (23/12/2025).
Menurut Agus, Satgas MBG Ponorogo tidak ingin gegabah mengambil keputusan tanpa mengacu pada regulasi Badan Gizi Nasional (BGN). Apalagi, penyaluran program di masa libur sekolah membutuhkan skema berbeda agar tepat sasaran dan tetap efektif.
Selain menanti juknis terbaru, Satgas MBG dalam waktu dekat juga akan menggelar rapat koordinasi bersama pihak terkait. Agenda tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk melakukan monitoring dan evaluasi akhir tahun terhadap pelaksanaan MBG selama setahun terakhir.
Evaluasi itu penting, bukan hanya untuk memastikan keberlanjutan program saat libur sekolah, tetapi juga untuk memetakan kendala yang muncul selama implementasi di lapangan. Hasilnya nanti akan dilaporkan ke BGN sebagai bahan pertimbangan kebijakan selanjutnya
“Tentu kebijakan ini selaras dengan BGN, kami koordinasi terus dengan mereka, apalagi ini di akhir tahun tentu harus ada evaluasi juga,” tambahnya.
Dengan masih menunggu arahan teknis dari pusat, keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis di masa libur sekolah kini berada di persimpangan kebijakan. Yang jelas, Pemkab Ponorogo melalui Satgas MBG menegaskan komitmennya untuk menjaga agar program strategis ini tetap berjalan dan tidak mengorbankan hak gizi siswa, meski kalender akademik sedang jeda.(End
