Gresik (beritajatim.com)- Warga Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, mengeluhkan perbaikan rumah pasca gempa belum tuntas semua. Perbaikan yang dikerjakan oleh aplikator masih belum bisa ditempati meski bangunannya sudah berdiri.
Salah satu daerah yang belum tuntas adalah Desa Suwari, Kecamatan Sangkapura. Ada empat rumah yang masuk kategori rusak berat dengan nilai perbaikan sebesar Rp 60 juta. Semua itu dikerjakan aplikator PT Guriang Manggung Padjadjaran asal Cianjur Jawa Barat.
Rumah yang diperbaiki itu, belum layak huni. Sehingga, warga setempat mengeluh dan protes karena bantuannya tidak kunjung selesai. “Saat ini rumah saya belum bisa ditempati karena perbaikannya belum tuntas,” ujar Fatmawati warga asal Desa Suwari, Sabtu (17/5/2025).
Imbas belum tuntasnya perbaikan lanjut dia, dirinya sementara menumpang tinggal di tempat saudaranya. “Semula dijanjikan selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri. Tapi sampai saat ini baru bangunannya yang selesai,” ungkapnya.
Dirinya berharap kepada pihak terkait untuk bertanggung jawab atas pelaksanaan perbaikan. Pasalnya, saat di Balai Desa Suwari telah disampaikan sebelum Hari Raya Idul Fitri rumah sudah bisa ditempati dengan layak.
Terkait dengan ini, Kepala Desa Suwari Daifi mengatakan, bantuan rumah yang diperbaiki oleh aplikator memang masih belum selesai 100 persen. Pihaknya menyayangkan selama proses perbaikan tidak ada kordinasi. “Kami hanya sebatas mengajukan bantuan, setelahnya tidak ada koordinasi saat pelaksanaan bantuan diberikan,” urainya.
Secara terpisah, Direktur Operasional PT Guriang Manggung Padjadjaran Rio Marcelino, melalui koordinator lapangan Sigit Sulistiyo membenarkan pekerjaan perbaikan rumah di Desa Suwari belum selesai. “Memang secara teknis, tembok masih belum dilakukan pengacian dengan cat air. Sebab, masih menunggu bangunan cor tembok kering supaya hasilnya maksimal,” paparnya.
Sigit menambahkan, dalam pekerjaan rumah dampak gempa tidak menggandeng mitra dari Pulau Bawean. Hanya saja, pihaknya menggandeng sebagian pekerja dari masyarakat Bawean. “Selama pembangunan dilakukan langsung oleh PT Guriang Manggung Padjadjaran, tidak ada keterlibatan mitra dan kami tidak ada mitra di Pulau Bawean,” tandasnya. [dny/kun]
