Brutal! Remaja di Jombang Dikeroyok 20 Orang saat Sahur, Terekam CCTV

Brutal! Remaja di Jombang Dikeroyok 20 Orang saat Sahur, Terekam CCTV

Jombang (beritajatim.com) – Suasana sahur di Jombang yang seharusnya tenang berubah mencekam pada Minggu (23/3/2025) dini hari. Sekelompok remaja yang diduga anggota salah satu perguruan silat melakukan aksi brutal dengan membawa senjata tajam dan mengejar empat pemuda yang tengah mengendarai motor.

Insiden ini berakhir tragis ketika salah satu motor ditendang hingga jatuh. Korban, FAS (19), warga setempat, terjebak dan mengalami pengeroyokan di tengah jalan.

Rekaman CCTV milik warga menangkap momen mengerikan tersebut. Dalam video yang beredar, terlihat FAS dihajar oleh sekitar 20 orang di tepi jalan raya Desa Sengon, Kecamatan Jombang Kota. Ia mengalami luka serius di bagian leher dan kaki kiri akibat pukulan bertubi-tubi dari para pelaku.

Setelah melumpuhkan korban, gerombolan tersebut langsung kabur ke arah utara menggunakan sepeda motor, sementara tiga teman korban berhasil melarikan diri. Dengan sisa tenaga, FAS melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Jombang Kota pada Senin sore.

Menurut keterangan korban, insiden bermula saat ia dan tiga temannya pulang dari mencari makan sahur di kawasan Jombang Kuliner. Mereka melintasi SMA 3 Jombang dan saat tiba di perempatan SMA 2, mereka berpapasan dengan konvoi motor yang langsung mengejar hingga ke kawasan SMK 3.

Setibanya di dekat rumahnya, motor FAS ditendang hingga ia terjatuh. Naas, ia menjadi bulan-bulanan gerombolan tersebut, sementara teman-temannya berhasil melarikan diri. “Saya dihajar,” kata korban, Selasa (25/3/2025).

Beruntung, seorang warga yang melintas menolongnya. Dalam upaya menyelamatkan diri, Krban berpura-pura mengaku sebagai anggota salah satu perguruan silat. Siasat ini berhasil, membuat para pelaku buru-buru melarikan diri.

Kini, kasus pengeroyokan ini tengah ditangani oleh pihak kepolisian. Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan aparat dapat segera menangkap para pelaku demi menjaga keamanan di Jombang, terutama saat bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momen penuh kedamaian. [suf]