20 Persen Proyek Infrastruktur di Blitar Diprediksi Tak Rampung Tahun Ini

20 Persen Proyek Infrastruktur di Blitar Diprediksi Tak Rampung Tahun Ini

Blitar (beritajatim.com) – 20 persen dari 300 proyek infrastruktur di Kabupaten Blitar diprediksi tidak akan selesai dikerjakan hingga akhir tahun ini. Padahal kontrak semua proyek infrastruktur di Bumi Penataran akan berakhir pada Desember 2025 ini.

Meski molor, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar memilih untuk tidak akan serta merta memutus kontrak pengerjaan proyek yang dikerjakan oleh kontraktor atau pelaksana. Pelaksana proyek akan diberikan waktu tambahan namun juga dikenakan denda.

“Kami tetap optimis, tetapi skenario denda dan keterlambatan pasti ada. Potensinya sekitar 15 sampai 20 persen pekerjaan tidak selesai tepat waktu. Kami tidak serta-merta memutus kontrak. Ada waktu wajar yang kami berikan,” ungkap Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Agus Zaenal pada Selasa (28/12/2025).

Langkah yang diambil Dinas PUPR Kabupaten Blitar ini didasarkan pada pertimbangan utama adalah aspek kebermanfaatan bagi masyarakat. Oleh karena itu, kontraktor tetap diberi kesempatan menyelesaikan pekerjaan dengan tambahan waktu maksimal 50 hari setelah masa kontrak berakhir.

Selama masa tambahan pengerjaan proyek itu, pihak pelaksana akan dikenakan denda sesuai dengan regulasi. Dinas PUPR pun telah berkoordinasi dengan Inspektorat serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk memastikan mitigasi berjalan sesuai aturan.

“Kami sudah koordinasi dengan Inspektorat dan BPKAD. Prinsipnya tetap sesuai regulasi. Ini untuk memastikan proyek tetap bermanfaat, seperti SPAM, SPAL, atau program jambanisasi yang kalau tidak selesai tentu dampaknya ke masyarakat,” tegasnya.

Pengerjaan proyek infrastruktur pada tahun 2025 ini memang sangat mepet waktunya. Tenggang waktu pengerjaan proyek pun dinilai sangat ngepres dengan target pengerjaan yang harus dilaksanakan.

Kondisi ini tentu berdampak pada molornya pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur. Dinas PUPR Kabupaten Blitar pun tahu betul kondisi itu, namun pihaknya tetap mengapresiasi kontraktor yang dianggapnya punya komitmen tinggi untuk bekerja.

“Terlepas dari beberapa yang perlu dievaluasi, kami mengapresiasi komitmen teman-teman penyedia. Secara umum komitmennya luar biasa,” pungkasnya.

Selain soal molornya penyelesaian proyek infrastruktur, sebenarnya ada satu hal lagi yang disorot masyarakat. Itu adalah kualitas dari infrastruktur yang dibangun secara kilat selama akhir tahun ini.

Masyarakat tidak sedikit yang mempertanyakan kualitas dari infrastruktur yang terbangun secara dikebut tersebut. Apakah infrastruktur yang dibangun di akhir tahun ini bisa bertahan lama dengan kualitas yang baik atau tidak.

“Ya kita lihat saja apakah jalan yang dibangun ini bisa tahan lama atau tidak, harapannya tentu yang terbaik,” ungkap Ali, warga Blitar. [owi/beq]