Mojokerto (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Emil Elestianto Dardak mengapresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto yang dinilainya bergerak cepat dalam merespons dugaan keracunan massal dari menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kutorejo.
Ia juga berterima kasih kepada tenaga medis dan pihak rumah sakit yang telah memberikan pelayanan optimal kepada para korban. Setidaknya ada, 13 fasilitas kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas baik di Kabupaten maupun Kota Mojokerto yang menanggani 261 korban dugaan keracunan menu MBG, soto ayam.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Mojokerto yang sudah bergerak dengan cekatan untuk memberikan pengobatan kepada seluruh penerima manfaat yang terdampak. Kami juga berterima kasih kepada RSUD Soekamdar yang sudah memberikan penanganan dengan baik,” ungkapnya, Minggu (11/1/2026).
Selain meninjau proses pengobatan, Emil mengatakan pihaknya memanfaatkan kunjungan tersebut untuk menelusuri kemungkinan penyebab terjadinya keracunan massal. Informasi dari para korban menjadi bahan penting dalam proses penelusuran awal. Hingga Minggu, tercatat ada 261 korban yang merupakan santri, pelajar dan tenaga pendidik.
“Kami mencoba menelusuri. Ada yang hanya memakan ayamnya saja terdampak, ada yang hanya mencicipi sedikit telurnya juga terdampak. Ini memberikan informasi yang berharga untuk menemukan akar permasalahan,” jelasnya.
Wagub Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat meninjau korban keracunan massal si RSUD Prof dr Soekandar Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. [Foto : ist]Emil menyebutkan, penelusuran akan difokuskan pada proses pengolahan dan penyimpanan bahan makanan sebelum didistribusikan. Beberapa kemungkinan yang dikaji antara lain proses memasak bahan makanan pada H-1, cara penyimpanan bahan, hingga metode pengemasan menu soto ayam.
“Kita sambungkan dengan keterangan dari pondok. Apakah bahan-bahan dimasak di H-1 lalu disimpan, atau telurnya direbus masih bercangkang kemudian disimpan di satu tempat sebelum dikemas, atau bagaimana. Semua ini akan ditelusuri,” paparnya.
Menurut Emil, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto akan menjadi leading sector dalam melakukan penelusuran dan koordinasi dengan pihak terkait. Hasil penelusuran tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi penting untuk penyempurnaan pelaksanaan Program MBG ke depan.
“Kami meyakini Dinas Kesehatan akan melakukan penelusuran dan memberikan koordinasi, sehingga kita bisa menemukan jawaban yang menjadi pintu masuk yang bermanfaat bagi perbaikan sistem ini ke depannya,” pungkasnya.
Didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) dan Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, Emil meninjau langsung ratusan korban dugaan keracunan menu soto ayam Program MBG. Peninjauan dilakukan di Pondok Pesantren Ma’had An Nur, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, serta di RSUD Prof dr Soekandar, Kecamatan Mojosari.
Dalam kunjungannya, Emil menjenguk para santri, pelajar, dan penerima manfaat lain yang masih menjalani perawatan medis akibat dugaan keracunan makanan. Ia memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan kesehatan secara maksimal. [tin/but]
