YOGYAKARTA – Fase pertumbuhan dan perkembangan pada hewan hampir serupa dengan manusia. Pertumbuhan dan perkembangan hewan akan terjadi pada semua bagian tubuhnya. Fase perkembangan dan pertumbuhan hewan dimulai dari proses fertilisasi, di mana sel telur mengalami proses pembuahan oleh sel sperma. Selanjutnya, fase embrionik dan fase pasca embrionik. Dalam artikel ini akan kita bahas fase embrionik pada hewan.
Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan merupakan sebuah proses yang pasti dialami oleh semua hewan. Pertumbuhan pada hewan dapat kita ketahui secara kuantitatif. Dengan kata lain, pertambahan besar dan berat tersebut dapat kita ukur dengan angka. Selain itu, pertumbuhan juga bersifat irreversible (tidak bisa balik).
Sementara itu, proses perkembangan hewan ditandai dengan terjadinya perubahan yang menyertai pertumbuhan tersebut, misalnya struktur dan fungsi organ yang semakin kompleks dan sempurna. Perkembangan ini tidak dapat diukur, oleh karena itu bersifat kualitatif.
Proses Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan
Proses pertumbuhan dan perkembangan pada hewan terjadi dalam dua tahap, yaitu fase embrio dan pasca embrio.
Fase embrionik pada hewan
Perkembangan dan kelahiran embrio pada hewan dibagi dalam tiga cara, yaitu vivipar, ovipar, dan ovovivipar.
Mekanisme pertumbuhan dan kelahiran embrio pada hewan vivipar adalah dengan cara melahirkan. Perkembangan embrio terjadi di dalam tubuh induk dan mendapatkan cadangan makanan dari plasenta. Ketika anaknya cukup umur, maka akan dikeluarkan dengan cara melahirkan.
Adapun untuk hewan ovipar berkembang biaknya adalah dengan cara bertelur. Embrio hewan ini akan berkembang di dalam cangkang telur dengan menggunakan cadangan makanan di dalamnya. Telur tersebut berada di luar tubuh induknya.
Sementara untuk hewan ovovivipar, yaitu dengan cara bertelur dan beranak. Embrio hewan dibentuk dan berkembang di dalam telur yang berada di dalam tubuh induknya. Setelah tahap akhir fase embrionik terjadi, maka hewan akan menetas dan keluar dari tubuh induknya yang terkesan seperti melahirkan.
Pertumbuhan dan perkembangan tahap embrio pada hewan secara berurutan, antara lain morula, blastula, grastula, dan organogenesis.
Tahap morula
Tahap pertama fase embrionik pada proses pertumbuhan dan perkembangan pada hewan yaitu morula. Dalam tahap ini, zigot akan mengalami pembelahan mitosis berkali-kali, mulai dari satu ovum yang dibuahi, menjadi 2, 4, 8, 16, 32, dan 64 sel, yang disebut dengan sel blastomer. Setelah berjumlah 64, sel tersebut akan berbentuk bola tidak berongga dan membentuk morula.
Tahap blastula
Setelah masuk ke tahap blastula, sel morula terum membelah hingga akhirnya terbentuk bola berongga dengan cairan di dalamnya, dan dinamakan blastula. Rongga Balstula disebut dengan istilah blastosoel. Tahap terbentuknya blastula adalah blastulasi.
Tahap gastrulasi
Tahap berikutnya adalah gastrulasi, yaitu tahap pembentukan gastrula yang menjadi hasil perkembangan dan pertumbuhan blastula. Pada tahap ini, blastula akan mengalami pelekukan yang membentuk rongga baru atau gastrosoel terbentuk. Lubang pelekukannya disebut blastopor yang selanjutnya akan berkembang menjadi anus.
Tahap organogenesis
Tahap perkembangan dan pertumbuhan hewan fase embrionik yang terakhir yaitu organogenesis. Dalam tahap ini, organ-organ tubuh akan berkembang dari tiga lapisan glastrula yang terjadi di tahap gastrulasi.
Lapisan endoderm akan berkembang menjadi alat pencernaan dan pernapasan.Lapisan mesoderm akan berkembang menjadi otot, rangka, alat reproduksi, peredaran darah, dan ekskresi.Lapisan ektoderm akan berkembang menjadi rambut, kulit, sistem saraf, dan indra.Fase Pasca Embrionik
Tahap perkembangan hewan pasca embrio berawal saat hewan lahir atau menetas. Pada fase pasca embrio, kita bisa melihat hewan akan semakin besar dan tumbuh dari kecil sampai dewasa. Tahapan dan perkembangan hewan dari kecil hingga dewasa disebut daur hidup hewan.
Untuk jenis hewan tertentu akan terjadi proses metamorphosis, dan beberapa jenis hewan lainnya mengalami metagenenis.
Metamorfosis
Metamorfosis adalah peristiwa perubahan bentuk hewan secara bertahap, berawal dari larva hingga dewasa. Metamorfosis umumnya dijumpai pada hewan amfibi dan serangga. Berdasarkan prosesnya, metamorfosis dibagi menjadi dua, yaitu metamorfosis sempurna dan tidak sempurna.
Pada metamorfosis sempurna (Holometabola), bentuk hewan muda dan dewasa akan terlihat sangat berbeda. Metamorfosis sempurna ditandai dengan ciri khas fase pupa atau kepompong. Hewan-hewan yang mengalami metamorfosis sempurna antara lain kupu-kupu, lalat, tawon, dan lebah. Tahapan metamorfosis sempurna secara sederhana, yaitu:
telurlarvapupa atau kepomponghewan dewasa atau imago.
Adapun, untuk metamorfosis tidak sempurna (Hemimetabila), bentuk hewan yang menetas dan saat dewasa tidak jauh berbeda. Perbedaan yang mencolok yaitu pada fase nimfa (saat baru menetas), serangga tidak memiliki sayap. Ketika dalam fase dewasa, serangga akan bersayap. Daur hidup serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna yaitu:
telurnimfahewan dewasa (imago).Metagenesis
Metagenesis yaitu proses pergiliran keturunan antara fase seksual dan aseksual. Metagenesis tidak hanya terjadi pada tumbuhan, tetapi pada beberapa hewan juga . Adapun contoh hewan yang mengalami metagenesis yaitu ubur-ubur.
Demikianlah ulasan mengenai fase embrionik pada hewan. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.
